DaerahKalimantan Timur

14 Lapak UMKM Disiapkan di Teras Samarinda II, DPRD Ingatkan Risiko Macet

×

14 Lapak UMKM Disiapkan di Teras Samarinda II, DPRD Ingatkan Risiko Macet

Sebarkan artikel ini
Teks Foto: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

beritanusantara.co,SAMARINDA – Rencana penempatan 14 lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Teras Samarinda II perlu dikaji sebelum direalisasikan.

Kedekatan lokasi dengan jalan raya dinilai berpotensi memicu kemacetan hingga membahayakan pengunjung jika penataan tidak dilakukan secara matang.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak hanya mengejar peluang ekonomi dari pengembangan kawasan tersebut. Aspek keselamatan, akses kendaraan, dan kelancaran lalu lintas juga harus menjadi pertimbangan sebelum aktivitas perdagangan dimulai.

“Banyak hal yang mesti dipertimbangkan. Kan dekat dengan jalan, memungkinkan tidak lokasinya? Apa nanti di situ akan menambah kemacetan? Nanti berbahaya segala macam,” kata Sri Puji
(16/10/2026).

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda menyiapkan 14 tenan bagi pelaku UMKM di kawasan Teras Samarinda II, khususnya di area dermaga. Penataan tersebut dirancang menggunakan konsep branding seragam melalui kerja sama dengan Bank Mandiri.

Namun, pelaku usaha yang akan menempati lapak tersebut belum ditetapkan. Penentuan penerima tenan masih menunggu keputusan resmi Wali Kota Samarinda.

Sri Puji menilai, keberadaan lapak usaha di kawasan dengan mobilitas kendaraan yang tinggi berpotensi menarik lebih banyak pengunjung.

“Jika tidak diimbangi pengaturan lalu lintas dan akses yang memadai, peningkatan aktivitas itu bisa menambah beban jalan di sekitar Teras Samarinda II,” jelasnya.

Karena itu, penentuan titik berjualan perlu memperhitungkan jarak lapak dari badan jalan, akses keluar-masuk pengunjung, serta ketersediaan ruang parkir.

Pemerintah juga perlu memastikan aktivitas ekonomi tidak mengganggu fungsi utama kawasan sebagai ruang publik.

Menurutnya, pemberdayaan UMKM tetap penting, tetapi pelaksanaannya harus disertai perencanaan yang memperhatikan kondisi lapangan.

“Penataan yang tidak matang justru berisiko menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan maupun pengunjung,” tegasnya.

Sri Puji mengingatkan, evaluasi terhadap kondisi kawasan perlu menjadi dasar dalam menyusun pengembangan Teras Samarinda berikutnya agar aktivitas usaha tetap berjalan.

“Pastinya tanpa mengabaikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas,” demikian Sri Puji Astuti.

Example 300250