Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas akses energi bersih ke wilayah terpencil melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang telah menjangkau 72 desa di empat kabupaten.
Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Konservasi Energi Dinas ESDM Kaltim, Elly Luchritia Nova, menyatakan bahwa energi surya menjadi solusi paling memungkinkan untuk desa-desa yang masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Untuk saat ini, yang paling bisa kami kembangkan adalah tenaga surya. Selain mudah diimplementasikan, potensi sinar matahari di Kaltim sangat besar,” ujar Elly di Samarinda, Senin (7/7).
Pembangunan PLTS menjadi prioritas utama karena efisiensinya dibandingkan jenis energi terbarukan lain seperti mikrohidro. Namun, Dinas ESDM tetap melakukan kajian di beberapa daerah seperti Kutai Timur, Berau, dan Mahakam Ulu, yang menunjukkan potensi aliran deras atau air terjun sebagai sumber energi air.
Selain PLTS, Pemprov Kaltim juga mengembangkan energi alternatif lain yakni biogas skala rumah tangga, yang memanfaatkan kotoran sapi. Sejak 2012 hingga 2024, sebanyak 575 unit biogas telah dibangun di 10 kabupaten dan kota.
“Biogas ini menjadi alternatif LPG yang efisien dan ramah lingkungan. Api yang dihasilkan juga stabil dan cukup untuk kebutuhan harian,” jelas Elly.
Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menyediakan akses energi bersih yang merata, termasuk di kawasan yang sebelumnya tidak tersentuh jaringan listrik.
“Kami akan terus mendorong pengembangan energi terbarukan demi kemandirian energi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” pungkas Elly. (h/bn)














