Uncategorized

Unmul Desak Polisi Ungkap Aktor Intelektual Kasus Bom Molotov

×

Unmul Desak Polisi Ungkap Aktor Intelektual Kasus Bom Molotov

Sebarkan artikel ini
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Moh Bahzar.

Beritanusantara.co, Samarinda – Universitas Mulawarman (Unmul) meminta kepolisian mengusut tuntas aktor intelektual di balik kasus bom molotov yang menyeret empat mahasiswa FKIP sebagai tersangka.

“Anak-anak yang terlibat ini, tentu otak di balik itu yang perlu dicari,” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Moh Bahzar, Rabu (3/9).

Sebelumnya, polisi mengamankan 22 mahasiswa pada 31 Agustus malam sebagai langkah antisipasi sebelum aksi Aliansi Mahakam. Sebanyak 18 orang dipulangkan setelah diperiksa 24 jam, sedangkan empat mahasiswa kini ditahan sebagai tersangka.

Bahzar menyatakan kampus menghormati proses hukum, namun tetap memberikan pendampingan.

“Untuk ini kami serahkan proses hukum ke pihak kepolisian. Kalau memang itu bersalah, tentu kami menghormati asas praduga tak bersalah. Kita harus junjung tinggi itu. Meski begitu, kami masih akan berjuang untuk membela mahasiswa kami, dan berharap ada penangguhan penahanan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan barang bukti papan bergambar lambang PKI bukan bagian dari propaganda, melainkan media pembelajaran mahasiswa sejarah.

“Kami tegaskan itu bukan terafiliasi dengan PKI, tetapi media pembelajaran. Anak-anak sejarah menggambarkan lambang partai di zaman Soekarno dan Soeharto, tapi belum selesai semua,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, kasus ini menjadi evaluasi bagi kampus.

“Himpunan mahasiswa sejarah memang punya tempat aktivitas di kampus, tapi tentu kami tidak mendeteksi semua aktivitas malam hari. Ini menjadi evaluasi bagi kami, bukan hanya FKIP, tapi seluruh fakultas yang ada,” pungkasnya. (h/bn)

Example 300250