Beritanusantara.co, Samarinda – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Penataan Ruang (PUPR-Pera) Kalimantan Timur mengebut pembangunan jalan penghubung Tering–Ujoh Bilang yang akan menjadi jalur utama menuju Mahakam Ulu (Mahulu). Proyek ini ditargetkan selesai pada Desember 2025 dengan dukungan anggaran Rp206 miliar dari pemerintah provinsi dan daerah.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR-Pera Kaltim, R. Hariadi, menyatakan proyek ini sangat vital untuk mobilitas warga dan distribusi logistik.
“Komitmen pemerintah provinsi jelas, jalan darat menuju Mahulu ditarget rampung akhir 2025, paling lambat 2026. Jalur ini bukan hanya untuk memperlancar arus barang, tetapi juga membuka konektivitas hingga ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, bahkan menembus ke Sarawak, Malaysia,” ujar Hariadi, Kamis (4/9).
Ia juga, menekankan pentingnya kualitas konstruksi.
“Kalau hanya aspal, maksimal enam bulan sudah rusak. Maka solusinya harus beton agar bertahan lama. Jangan sampai pembangunan dilakukan setengah-setengah. Jalan darat bagi masyarakat Mahulu bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi urat nadi yang menentukan masa depan. Biaya logistik bisa ditekan, harga barang lebih terjangkau, hasil perkebunan bisa cepat keluar, dan akses pendidikan serta kesehatan juga jauh lebih mudah,” tegasnya.
Sejak dimekarkan lebih dari 10 tahun lalu, Mahulu masih tercatat sebagai salah satu kabupaten paling terisolasi di Kaltim karena akses utama masih mengandalkan Sungai Mahakam. Kondisi ini membuat harga kebutuhan pokok tinggi dan layanan publik terbatas.
Ia juga memastikan tahun ini ada tiga paket pekerjaan yang sudah berjalan, termasuk peningkatan ruas Tering–Long Bagun sepanjang 20 kilometer lebih.
“Ruas ini akan menjadi jalur penting yang menghubungkan Mahulu dengan provinsi lain di Kalimantan serta membuka peluang kerja sama lintas negara,” katanya. (h/bn)














