Nasional

46 Ribu Warga Bener Meriah Masih Terisolasi, Logistik Menipis dan Akses Terputus

×

46 Ribu Warga Bener Meriah Masih Terisolasi, Logistik Menipis dan Akses Terputus

Sebarkan artikel ini
Longsor besar yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh

Beritanusantara.co, Aceh – Dampak longsor besar yang melanda Kabupaten Bener Meriah, Aceh, memasuki fase kritis. Hingga Senin (1/12), sebanyak 46.611 warga masih terjebak di enam kecamatan tanpa akses keluar dan dengan pasokan logistik yang semakin menipis.

“Masih ada 46.611 jiwa yang belum bisa keluar, dan persediaan logistik sangat terbatas. Data ini kami kumpulkan pada pukul 12.00 WIB,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Bener Meriah, Ilham Abdi.

Warga yang terisolasi tersebar di enam kecamatan paling terdampak: Mesidah, Pintu Rime Gayo, Timang Gajah, Gajah Putih, Permata, dan Syiah Utama. Material longsor menutup seluruh akses jalan, membuat kendaraan roda empat maupun alat berat sulit menembus wilayah tersebut.

“Hampir semua jalur putus total. Bantuan sulit masuk karena tim harus melewati tumpukan material longsor yang sangat tebal,” kata Ilham.

Upaya penyelamatan terhambat cuaca buruk dan ancaman longsor susulan. Tim di lapangan menyebut sebagian wilayah masih rawan pergeseran tanah.

Karena jalan tertutup, sebagian besar bantuan hanya bisa dibawa dengan berjalan kaki. Relawan dan petugas harus menembus lumpur, bebatuan, dan puing-puing longsor untuk menjangkau warga yang paling membutuhkan.

“Kami terpaksa membawa bantuan dengan berjalan kaki, menembus puing-puing longsor. Itu satu-satunya cara agar warga tidak kehabisan pasokan makanan,” kata Ilham.

Distribusi prioritas diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan keluarga yang rumahnya terputus dari sumber air bersih.

Pemerintah daerah kini memfokuskan pembukaan jalur darurat menggunakan alat berat. Namun keterbatasan armada membuat proses berjalan lambat.

Jika akses tidak segera dibuka, potensi lonjakan risiko kesehatan, kelaparan, dan penyakit berbasis lingkungan dikhawatirkan meningkat. (h/bn)

Example 300250