Beritanusantara.co, Samarinda – Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda bersama pemerintah daerah memperkuat sinergi untuk mempercepat normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur pengendali air sebagai upaya strategis mengatasi banjir.
Kepala BWS Kalimantan IV Samarinda Andri Rahmanto Wibowo mengungkapkan salah satu fokus utama adalah peninggian tanggul Sungai Karang Mumus, khususnya di wilayah Kelurahan Dadi Mulia.
“Kami sedang menggarap program peninggian tanggul Sungai Karang Mumus. Insya Allah pada 2026 sudah tersedia anggarannya,” ujarnya di Samarinda, Senin (15/12).
Menurut Andri, langkah fisik tersebut penting mengingat tingginya curah hujan serta pengaruh pasang surut air laut yang kerap memicu genangan di kawasan vital ibu kota Kaltim.
Penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengerukan sedimen sungai hingga penguatan tebing guna meningkatkan kapasitas tampung air. Di sisi lain, Dinas PUPR Kota Samarinda membangun sistem drainase secara masif sepanjang 2025.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Samarinda Darmadi menjelaskan bahwa konektivitas antar saluran drainase terus diperbaiki agar aliran air hujan dapat mengalir lancar ke sungai utama.
“Selain drainase, pembangunan kolam retensi juga menjadi prioritas untuk menahan debit air berlebih,” jelasnya.
Pengamat hidro-oseanografi Idris Mandang mengingatkan bahwa normalisasi sungai harus diiringi dengan pembenahan kawasan hulu. Ia menilai topografi Samarinda yang hampir sejajar dengan muka laut membuat wilayah ini rentan terhadap fenomena air balik.
“Sedimentasi dari hulu yang mencapai jutaan ton per tahun mempercepat pendangkalan sungai,” katanya.
Ia menekankan pentingnya sinergi lintas pemerintah serta dukungan masyarakat, termasuk menjaga kebersihan drainase dan tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai. (h/bn)














