Beritanusantara.co, Samarinda – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalimantan Timur memastikan program riset strategis yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat tetap menjadi prioritas, meskipun anggaran tahun 2026 mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi fiskal daerah.
Pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TKD) berdampak pada turunnya proyeksi APBD Kalimantan Timur 2026, sehingga seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Brida, harus menyesuaikan perencanaan anggaran dan program kerja.
Kepala Brida Kaltim, Fitriansyah, mengatakan pihaknya telah melakukan penyesuaian program berdasarkan kemampuan anggaran yang tersedia. Pembahasan bersama DPRD Kaltim juga telah dilakukan untuk memetakan ulang program prioritas tahun anggaran 2026 hingga 2027.
“Kami bersama DPRD mengidentifikasi kembali program prioritas kami, baik di 2026 maupun 2027. Kami juga sudah menyampaikan langkah-langkah ke depan dalam menghadapi efisiensi anggaran ini,” ujar Fitriansyah, Jumat (19/12).
Ia menyebutkan, pagu anggaran Brida Kaltim pada 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp19 miliar, lebih rendah dibandingkan proyeksi awal yang mencapai Rp23–24 miliar. Kendati demikian, komitmen untuk mendorong inovasi daerah tetap dijaga.
Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama perguruan tinggi dan lembaga riset. Program riset yang dinilai relevan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat tetap dipertahankan.
Salah satu program unggulan yang dipastikan berlanjut adalah pengembangan kapsul pencegah stunting berbasis potensi lokal, hasil kolaborasi Brida Kaltim dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (Stiksam).
“Produk berbasis sumber daya lokal seperti Haruan Oil Plus untuk pencegahan stunting masih terus kami kembangkan,” jelas Fitriansyah.
Selain itu, Brida Kaltim juga mengembangkan inovasi lain di sektor pertanian melalui alat pencacah rumput, serta di sektor transportasi dengan pengembangan kapal wisata berbasis listrik sebagai bagian dari inovasi ramah lingkungan. (h/bn)














