Nasional

Kemenkes Usulkan Rp500 Miliar untuk Pulihkan Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra

×

Kemenkes Usulkan Rp500 Miliar untuk Pulihkan Fasilitas Kesehatan Pascabencana di Sumatra

Sebarkan artikel ini

Beritanusantara.co, Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp500 miliar untuk merevitalisasi fasilitas kesehatan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana banjir dan longsor.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, anggaran tersebut difokuskan pada tahap ketiga pemulihan, khususnya untuk mengganti peralatan medis bernilai tinggi yang mengalami kerusakan berat.

“CT Scan, MRI, Cath Lab itu mahal-mahal semua, nilainya miliaran. Sekarang teknisi kami sedang mendata, mana yang masih bisa diperbaiki dan mana yang harus diganti,” ujar Budi, Jakarta Timur, Rabu (7/1).

Ia menyebut, perangkat yang akan direvitalisasi tersebar di 87 rumah sakit serta 867 puskesmas yang terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatra.

Menurut Budi, hingga saat ini pemerintah telah menggelontorkan lebih dari Rp50 miliar untuk penanganan darurat, yang berasal dari anggaran Kemenkes, BNPB, serta dukungan donasi pihak swasta.

Selain perbaikan fasilitas kesehatan, anggaran juga dialokasikan untuk insentif bagi tenaga kesehatan terdampak bencana, termasuk bantuan perbaikan rumah dan kebutuhan hidup.

“Untuk rumah rusak ringan ada Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat dibangun ulang. Ditambah bantuan hidup Rp5 juta serta Rp3 juta untuk furnitur,” jelasnya.

Budi menegaskan, seluruh penganggaran akan dikoordinasikan melalui satu pintu, yakni Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guna mencegah tumpang tindih penggunaan dana.

“Anggarannya akan dikonsentrasikan lewat BNPB, jadi aman dan tidak ada duplikasi,” katanya.

Ia memaparkan, dari total 87 rumah sakit terdampak, sembilan sempat berhenti beroperasi total, terdiri dari delapan rumah sakit di Aceh dan satu di Sumatra Utara. Sementara dari 867 puskesmas, sebanyak 152 unit sempat tutup pada awal Desember 2025, namun kini hanya tersisa tiga puskesmas yang belum beroperasi per awal Januari 2026.

Di sisi lain, Kemenkes juga menggencarkan imunisasi campak di lokasi pengungsian sejak Senin (5/1) sebagai langkah pencegahan penyakit menular.

“Penyakit yang paling banyak kita temukan itu ISPA, penyakit kulit, dan diare. Tapi yang paling kami waspadai adalah campak, karena tingkat penularannya sangat tinggi,” ujar Budi. (h/bn)

Example 300250