Beritanusantara.co, Batam – Sebuah kapal pengangkut limbah minyak hitam yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dilaporkan kandas di perairan Pulau Tangga Seribu, Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (29/1). Insiden tersebut menyebabkan kapal dalam kondisi miring dan sebagian muatan tumpah ke laut.
Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan kapal berjenis LCT bernama Mutiara Garlib Samudera GT 208 kandas tidak jauh dari dermaga Pos SAR Batam di kawasan Sekupang.
“Kapal tersebut kandas dalam posisi miring dan menyebabkan muatan limbah tumpah ke laut. Lokasinya sekitar tiga mil dari dermaga Basarnas Sekupang,” ujar Fazzli dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1).
Informasi kejadian diterima Basarnas dari KSOP Khusus Batam serta Pangkalan Pengawasan Laut dan Pelayaran (PLP) Tanjung Uban. Setelah menerima laporan, personel Basarnas segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan awal.
Sebanyak enam Anak Buah Kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri karena posisi kapal yang kandas berada dekat dengan pulau. Dari hasil asesmen di lapangan, petugas menemukan adanya tumpahan limbah minyak hitam di sekitar lokasi.
Fazzli menjelaskan kapal tersebut mengangkut 230 jumbo bag yang diperkirakan berisi ratusan ton limbah minyak hitam B3 yang berasal dari kapal tanker MT Nave Universe.
“Saat ini penanganan tumpahan masih berlangsung dan dilakukan oleh petugas gabungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, menyampaikan pihaknya masih fokus pada upaya penanggulangan agar tumpahan limbah tidak meluas. Ia belum dapat memastikan kelengkapan perizinan kapal pengangkut limbah tersebut.
“Soal perizinan nanti akan diketahui setelah pemeriksaan. Sekarang fokus utama kami adalah penanggulangan agar pencemaran tidak meluas,” ujarnya.
Dalam penanganan insiden ini, KSOP Khusus Batam mengerahkan kapal patroli dan mendapat dukungan dari PLP Tanjung Uban melalui KN Sarotama dan KN Rantos. Petugas juga telah memasang oil boom di sekitar lokasi untuk menahan penyebaran tumpahan limbah minyak. (h/bn)














