Beritanusantara.co, Samarinda — Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 28 persen (JPK-KA 28%) di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2025 mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya luas panen di hampir seluruh kabupaten dan kota.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat produksi jagung pipilan kering sepanjang 2025 mencapai 13,92 ribu ton. Angka tersebut meningkat 8,57 ribu ton atau naik 160,22 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,35 ribu ton.
“Produksi jagung pipilan kering Kaltim pada 2025 mencapai 13,92 ribu ton. Ini mengalami kenaikan sangat tinggi, yakni 160,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Kaltim, Vivi Azwar, di Samarinda, Selasa (3/2).
Vivi menjelaskan, peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari bertambahnya luas panen jagung yang didorong oleh program penanaman jagung serentak yang diinisiasi Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia.
“Program tanam serentak ini dilaksanakan hingga tingkat kabupaten dan kota. Polres setempat juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sehingga berdampak pada peningkatan luas panen,” katanya.
Berdasarkan data BPS, realisasi luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 2,11 ribu hektare. Luasan tersebut bertambah 1,19 ribu hektare atau naik 129,28 persen dibandingkan 2024 yang hanya mencapai 0,92 ribu hektare.
Vivi menyebutkan puncak produksi jagung pipilan pada 2025 terjadi pada September dengan total produksi sebesar 1,87 ribu ton. Sementara itu, pada 2024, produksi tertinggi tercatat pada Oktober dengan volume 1,10 ribu ton.
“Untuk puncak panen pada 2025 terjadi pada Juni dengan luas sekitar 0,30 ribu hektare. Sedangkan pada 2024, puncak panen terjadi Oktober dengan luas 0,19 ribu hektare,” ujarnya.
Ia menambahkan, luas panen jagung hasil survei mencakup tiga jenis panen, yakni panen hijauan, panen muda, dan panen pipilan.
“Pada 2025, luas panen jagung pipilan mencapai 2,11 ribu hektare. Sementara panen hijauan seluas 0,17 ribu hektare dan panen muda sekitar 2,02 ribu hektare,” kata Vivi. (h/bn)














