Beritanusantara.co, Samarinda – Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2026), Pasar Ramadan di halaman parkir GOR Segiri kembali dipadati warga. Sejak pukul 15.00 Wita, ribuan pengunjung mulai memadati lorong-lorong lapak untuk berburu takjil dan menu berbuka puasa.
Tahun ini, jumlah pedagang bertambah menjadi 150 lapak. Dari total itu, 100 di antaranya menjajakan kuliner, sementara 50 lainnya menjual produk non-makanan.
Dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 130 pedagang, penyelenggaraan kali ini terlihat lebih ramai dan tertata.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, mengatakan pemerintah kota terus melakukan pembenahan konsep agar pasar musiman tersebut lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli.
“Konsep tenda panjang yang lebih rapi dan luas ini sudah kami terapkan beberapa tahun terakhir. Tujuannya supaya pengunjung lebih leluasa berbelanja dan pedagang juga nyaman berjualan,” ujarnya di lokasi.
Tarif sewa lapak dipatok Rp1,5 juta untuk satu bulan penuh selama Ramadan. Menurut Muslimin, keberagaman produk yang dijual menjadi daya tarik utama Pasar Ramadan Segiri.
Mulai dari ikan bakar, tempe mendoan, aneka gorengan, hingga kue tradisional seperti amparan tatak dan bingka, tersaji di hampir setiap sudut.
Lonjakan pengunjung di hari pertama diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 orang. Tingginya antusiasme masyarakat berdampak pada keterbatasan lahan parkir.
Area parkir di sekitar GOR Segiri yang berkapasitas sekitar 2.000 kendaraan tidak mampu menampung seluruh kendaraan pengunjung, sehingga sebagian harus memarkirkan kendaraan di luar kawasan.
“Kami menyadari parkir masih menjadi tantangan. Ke depan tentu akan terus kami evaluasi agar pelayanannya lebih baik,” katanya.
Selain menjadi pusat berburu takjil, Pasar Ramadan Segiri juga menghadirkan hiburan musik langsung untuk menambah suasana.
Pemerintah kota juga merencanakan sejumlah agenda selama Ramadan, seperti buka puasa bersama anak yatim serta lomba beduk sahur dan fesyen muslimah.
Muslimin menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial, tetapi juga diharapkan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah seorang pengunjung, Aminah Irawati (24), mengaku hampir setiap tahun datang ke Pasar Ramadan Segiri. Ia menilai pilihan makanan yang lengkap dan harga yang terjangkau menjadi alasan utama.
“Lengkap sekali pilihannya. Harganya juga masih ramah di kantong,” ujarnya singkat sebelum kembali melanjutkan perburuan takjilnya.














