beritanusantara.co, Samarinda– Pembangunan Teras Samarinda tahap II belum sepenuhnya tuntas. Meski sebagian segmen telah rampung secara fisik, proyek ruang publik di bantaran Sungai Mahakam itu masih menyisakan pekerjaan teknis, masa pemeliharaan, serta ketidakjelasan pengelolaan sebelum benar-benar dibuka untuk masyarakat.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tahap II, M. Ilhamsyah, mengungkapkan adanya kendala teknis saat proses pemancangan di lapangan.
Pada tahap awal pengerjaan, tim menemukan lapisan batu di sejumlah titik sehingga metode konstruksi harus diubah.
“Karena ada batu di titik tertentu, metode pemancangan kita ubah menjadi bore piling. Tentu biayanya berbeda dengan metode biasa, itu yang memengaruhi,” ujarnya.
Perubahan metode dari pemancangan konvensional ke sistem bore piling berdampak pada perhitungan biaya dan progres pekerjaan.
Namun, ia memastikan penyesuaian tersebut dilakukan demi keamanan dan kekuatan konstruksi.
Sorotan lain datang dari perbedaan material railing di segmen 1 yang tidak menggunakan stainless steel seperti segmen lain. Ilhamsyah menyebut hal itu masih terbuka untuk evaluasi.
“Awalnya pertimbangannya soal estetika, agar selaras dengan desain lampu dan pembeda antara area darat dan sungai. Kalau mau diubah, bisa saja dievaluasi lagi,” katanya.
Ia menambahkan, railing berbahan besi tersebut telah melalui proses pelapisan antikarat sebelum pengecatan untuk mencegah korosi, mengingat lokasinya berada di kawasan sungai.
Untuk segmen 2, 3, dan 4 yang telah selesai secara fisik, Ilhamsyah menyebut area tersebut pada prinsipnya sudah memungkinkan dibuka.
Namun proyek masih berada dalam masa pemeliharaan dan tanggung jawab kontraktor.
“Secara teknis memungkinkan dibuka, tapi masih masa pemeliharaan. Selain itu, harus jelas dulu siapa pengelolanya, supaya jika ada kerusakan bisa langsung ditangani,” jelasnya.
Saat ini, pihaknya juga mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk menuntaskan pekerjaan lantai, penataan taman, serta penyelesaian mekanikal dan elektrikal (ME) yang belum rampung.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kota Samarinda, Hendra Kusuma, menyampaikan bahwa tiga segmen yang telah selesai pada dasarnya sudah diserahkan. Namun, penentuan pengelola masih menunggu pembahasan di tingkat pemerintah kota.
“Kalau dari kami sudah menyerahkan tiga segmen itu. Tinggal nanti dibahas di tingkat kota siapa yang mengelola,” ujarnya.
Untuk segmen 1, proses pengadaan belum dapat dimulai karena menunggu kepastian anggaran.
Jika anggaran disetujui dalam waktu dekat, pengerjaan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun dengan estimasi durasi lebih dari enam bulan.
Menurut Hendra, kondisi fiskal daerah saat ini masih dalam tahap penyesuaian.
“Jika belum terakomodasi di awal tahun, anggaran kemungkinan akan dimasukkan dalam perubahan atau pembahasan berikutnya,” pungkasnya.














