beritanusantara.co, Samarinda — Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji meminta aparatur sipil negara (ASN) menghentikan kebiasaan menerima hampers atau parcel Lebaran. Ia menilai tradisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan di lingkungan birokrasi.
“Cukup saling mengucapkan selamat Idulfitri, mohon maaf lahir batin,” kata Seno.
Menurutnya, pemberian bingkisan saat hari raya tidak selalu murni sebagai bentuk silaturahmi. Dalam praktiknya, hal itu bisa menjadi pintu masuk relasi yang tidak sehat antara pihak tertentu dengan aparatur negara.
Karena itu, ASN diminta menjaga profesionalitas dan menjauhi segala bentuk pemberian yang berpotensi mengarah pada gratifikasi.
Seno juga menyinggung adanya aturan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memperbolehkan penerimaan dalam batas tertentu. Namun, ia menegaskan ASN sebaiknya tetap memilih untuk tidak menerima.
“Walaupun ada ketentuan, kita harapkan tidak ada lagi praktik hampers di lingkungan ASN,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa integritas aparatur tidak hanya dibangun melalui regulasi, tetapi juga kesadaran pribadi dalam menjaga etika sebagai pelayan publik.
Pemprov Kaltim, lanjutnya, akan terus mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mematuhi prinsip tersebut, khususnya menjelang momen hari besar keagamaan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan korupsi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi.
“ASN harus bisa menjadi contoh dalam menjaga integritas,” kata Seno.














