beritanusantara.co,SAMARINDA – Pemadaman listrik berulang di Kota Samarinda tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerusakan peralatan elektronik.
Wakil Ketua III DPRD Samarinda Celni Pita Sari mengaku mengalami dampak tersebut, termasuk kerusakan genset di rumahnya.
Celni mengatakan, sejumlah peralatan elektronik miliknya rusak akibat pemadaman yang berlangsung berulang kali. Kondisi itu menjadi salah satu alasan perlunya pembahasan langsung dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Rencananya kita juga akan melakukan hearing karena tidak cuma masyarakat yang terdampak, kita pun juga terdampak, bahkan rumah saya pribadi pun juga gensetnya akhirnya ikut rusak karena beberapa alat elektronik juga rusak karena pemadaman terus,” ujar Celni saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat.
Selain persoalan listrik, DPRD juga merencanakan pemanggilan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk membahas gangguan pasokan air yang dirasakan masyarakat. Kedua persoalan tersebut dinilai perlu mendapat penjelasan dari penyedia layanan.
“Itu, jadi rencananya kita akan melakukan pemanggilan, baik itu PDAM dan juga PLN,” katanya.
Meski demikian, Celni belum memastikan jadwal pelaksanaan rapat dengar pendapat atau hearing. Rencana tersebut masih harus dikoordinasikan dengan komisi terkait sesuai bidang dan kewenangan masing-masing.
“Nanti kita koordinasikan dengan komisi terkait,” ucapnya.
Celni juga menyinggung pemberitaan mengenai pemadaman listrik bergilir yang menurutnya lebih banyak terdengar melalui media daripada pernyataan langsung dari PLN.
“Apalagi juga sekarang kan berita pemadaman bergilirnya sudah bukan PLN lagi yang berani bersuara, tetapi TVRI,” tuturnya.
Ia berharap pemanggilan PLN dan PDAM dapat memberikan kejelasan mengenai kondisi pelayanan listrik dan air sekaligus membuka ruang pembahasan mengenai langkah penanganan atas keluhan masyarakat. Pelaksanaan hearing masih menunggu koordinasi internal DPRD.














