beritanusantara.co,SAMARINDA – Keberadaan Koperasi Merah Putih di 59 kelurahan di Kota Samarinda dinilai perlu dibuktikan melalui aktivitas usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan mempertanyakan sejauh mana koperasi tersebut telah beroperasi dan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan warga.
Menurut Viktor, pembangunan fasilitas fisik tidak akan banyak berarti apabila tidak diikuti pengelolaan yang jelas dan kegiatan usaha yang berjalan. Koperasi seharusnya hadir sebagai solusi atas persoalan ekonomi masyarakat, bukan sekadar bangunan yang telah selesai dikerjakan.
“Saya belum melihat koperasi mana yang beroperasi sudah dengan baik dan belum berjalan,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda.
Ia mengatakan, koperasi perlu menjalankan usaha yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari warga. Penyediaan sembako, gas elpiji, obat-obatan, dan barang kebutuhan dasar lainnya dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat peran koperasi di tingkat kelurahan.
Viktor menekankan, pengelola harus memahami kondisi ekonomi masyarakat sebelum menentukan jenis usaha yang dijalankan. Dengan demikian, koperasi dapat memberikan manfaat yang relevan sekaligus membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ia tidak ingin program tersebut mengulang persoalan yang pernah terjadi pada Koperasi Unit Desa (KUD). Pengalaman masa lalu, menurutnya, perlu menjadi bahan pembelajaran agar Koperasi Merah Putih dapat dikelola secara lebih optimal.
“Seandainya koperasi ini bisa menjadi solusi terhadap kesulitan ekonomi masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Samarinda, itu bagus,” katanya.
Viktor juga mengungkapkan persoalan lain terkait pelaksanaan program tersebut, yakni pembayaran pekerjaan pembangunan yang disebutnya masih tertunda.
Sejumlah kontraktor maupun subkontraktor, menurut dia, belum menerima pembayaran atas pekerjaan yang telah dilakukan.
Persoalan itu perlu mendapat perhatian pemerintah agar tidak menambah masalah dalam pelaksanaan program. Namun, bagi Viktor, hal mendasar yang harus dipastikan adalah kesiapan koperasi menjalankan usaha setelah pembangunan selesai.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap koperasi memiliki pengelolaan yang jelas, ketersediaan barang, serta kegiatan usaha yang berkelanjutan. Tanpa hal tersebut, tujuan mendorong pemulihan ekonomi masyarakat dikhawatirkan tidak tercapai.
“Intinya saya menekankan supaya Koperasi Merah Putih itu bisa berjalan dan berdampak kepada masyarakat untuk pemulihan ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.














