Samarinda

Perumdam Berikan Penjelasan terkait Langganan Mati Air di Perum SLI

×

Perumdam Berikan Penjelasan terkait Langganan Mati Air di Perum SLI

Sebarkan artikel ini
Asisten Manager Humas Perumdam Tirta Kencana Sendya Ibanez

Samarinda, Berita Nusantara.co – Masyarakat Perum Sempaja Lestari Indah, mengeluhkan mati air, dalam jangka waktu yang cukup lam. Perumdam Tirta Kencana pun memberi penjelasan. Kecamatan Samarinda Utara, jadi kawasan yang kerap alami kesulitan air. Warganya jadi langganan mati air PDAM. Bahkan sudah jadi masalah yang menahun
Seorang warga RT 15 Blok J Perum SLI, Mahmud cerita. Kalau di rumahnya sudah mati air selama 4 hari. Tidak ada air yang mengalir sama sekali. Cadangan air di rumahnya pun sudah hampir kosong. “Alhamdulillah hari ini tadi baru saja ngalir. Tadi ada tanki dari perumdam. Tapi karena air sudah nyala, tidak jadi ambil,” ucapnya.
Mahmud mengaku cukup kesulitan. Sebab air merupakan kebutuhan pokok. Terutama untuk kebutuhan ibadah seperti berwudhu. Beruntung jika punya tandon besar sebagai cadangan air. Mahmud bilang, ini sudah yang kesekian kalinya. Mati air memang sudah sering terjadi di perumahannya. Bahkan selama berberapa tahun sebelum kali ini. Air yang mengalir bisa tiba-tiba mati. “Saya siasatinya dengan terus membuka kran, meskipun kecil. Jadi sewaktu-waktu air ngalir, bak mandi jadi terisi,” ungkapnya.
Terpisah, Asisten Manager Humas Perumdam Tirta Kencana Sendya Ibanez menjelaskan kalau terdapat kerusakan pompa distribusi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Bengkuring. Sehingga distribusi air terganggu. “Kami coba mengatasi dengan air tangki ke arah Perumahan SLI. Kami juga ada tambahan pembangunan IPA baru di Sempaja, jadi untuk interkoneksi pipa kami terganggu di sana,” jelasnya
Tapi untuk saat ini sudah ngalir kembali di Perumahan SLI. Ini sudah komunikasi dengan pihak Pengendalian Kehilangan Air (PKA), ketemu sama tim PKA PDAM kami bahwasanya air sudah mengalir secara lancar per hari ini,” tambahnya. Sendya bilang untuk volume aliran air memang belum bisa selancar biasanya. Karena tekanan air tidak diberikan secara langsung. Melainkan secara bertahap agar tidak terjadi kerusakan pipa. Kata Sendya, keluhan air dari masyarakat pasti akan diakomodir, termasuk dengan pembagian air melalui tanki secara gratis. Namun memang harus secara bertahap ke semua rumah. Sendya bisa memahami kekhawatiran masyarakat soal tidak mengalirnya air ini. Namun pihaknya berupaya memberikan layanan kepada masyarakat. “Lebih baik untuk aduan, konfirmasi menggunakan call center kami. Kalau air tidak mengalir kami akan beri tanki air. Kami minta maaf kepada masyarakat untuk ketidaknyamanan ini. Kami upayakan pendistribusian lancar kembali,” pungkasnya.(Han/BN)

Example 300250