Berita Nusantara.co, Samarinda – Seorang jurnalis dalam meliput berita. Butuh kemampuan dan pengetahuan dalam menangani situasi genting dalam menyelamatkan nyawa. Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan serangkaian pertolongan pertama yang dilakukan dalam situasi darurat ketika seseorang mengalami kegagalan organ vital yang dapat mengancam nyawa.
Dalam situasi genting, teknik ini sangatlah berguna untuk menyelamatkan nyawa, dan idealnya diketahui oleh semua orang, termasuk kalangan jurnalis.
Menyadari hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda mengadakan pelatihan BHD bagi para jurnalis, di Gedung Doctor On Call Jalan Bhayangkara Samarinda.
dr. Ismed Kusasih, selaku Kepala Dinkes Kota Samarinda, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali jurnalis dengan pengetahuan dan keterampilan BHD.
“Barangkali ketika sedang meliput di lapangan dan ada suatu kedaruratan medis yang tak terduga, teman-teman bisa membantu. Karena tiap menit penyelematan itu sangat berarti sekali untuk seseorang,” ujarnya.
Ia berharap gelaran ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya BHD. Mengingat tingkat pengetahuan terkait BHD di Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat masih terbilang rendah.
“Saya harap masyarakat awam bisa melakukan BHD ketika memang ada yang membutuhkan bantuan kedaruratan medis, sebab ini sudah mutlak dan harus dilakukan oleh kita,” ucapnya.
Selanjutnya, Dinkes Kota Samarinda juga berkomitmen untuk menyelenggarakan pelatihan BHD secara rutin.
Bahkan pelatihan inipun juga dibimbing oleh tim Doctor On Call yang telah memiliki sertifikasi.
“Jika ada permintaan mengadakan pelatihan kita akan adakan. Karena, paling tidak bisa membantu masyarakat dalam keadaan kedaruratan medis,” tukasnya.(Han/BN)
Dinkes Samarinda Adakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Untuk Jurnalis














