08/08/2024
Beritanusantara.co, Samarinda – Tim Satgas Stunting Keuskupan Agung Samarinda (KASRI) ajak pemerintah kota setempat untuk bersinergi menekan angka kasus stunting di wilayah tersebut.
Ketua Tim Satgas Stunting Keuskupan Agung Samarinda (KASRI) Pastor Benediktus Indropraptono mengatakan ia terus berupaya mengungkap kasus stunting di wilayah Kota Samarinda.
“Sejak dibentuk pada Agustus 2023, tim kami telah melakukan berbagai upaya, mulai dari pemeriksaan fisik, observasi, hingga wawancara dengan warga yang diduga anaknya mengalami stunting,” ujarnya.
Pada pertemuan bersama Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso, pihaknya menguraikan hasil pendataan sementara hingga Juni 2024 menunjukkan adanya 98 anak terduga stunting dari tiga paroki yang telah diasesmen. Angka ini cukup mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan serius.
“Kami menemukan beberapa kendala dalam proses pendataan stunting. Banyak umat yang sulit dihubungi, bahkan ada yang alamatnya tidak lengkap. Selain itu, masih ada pula umat yang belum terdaftar di lingkungannya,” ucapnya.
Lanjutnya, kendala-kendala tersebut menunjukkan perlunya perbaikan sistem pendataan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan anak.
Indropraptono menegaskan skrining yang dilakukan oleh timnya hanyalah langkah awal. Diagnosis stunting yang pasti harus ditegakkan oleh dokter spesialis anak.
“Kami berharap anak-anak yang terindikasi stunting ini dapat diikutsertakan dalam program pemerintah untuk mengatasi tengkes,” pungkasnya.(Han/BN)














