Uncategorized

Dinsos Kaltim Siapkan 6,5 Miliar Untuk Bantu Pelaku Usaha Kecil

×

Dinsos Kaltim Siapkan 6,5 Miliar Untuk Bantu Pelaku Usaha Kecil

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan Dinsos Kaltim Saprudin Saida Panda

12/08/2024

Beritanusantara.co, Samarinda – Sebagai upaya mengatasi masalah kemiskinan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar untuk membantu pengembangan usaha warga kategori tak mampu.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kaltim, Saprudin Saida Panda mengatakan anggaran bantuan 2024 itu bersumber dari APBD Kaltim yang merupakan realisasi dari program Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). 

“Adapun para penerima bantuan hanya mereka yang tergolong miskin dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ucap Saprudin.

Ia menekankan, bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang tunai.

Tetapi dalam bentuk barang dengan jenis bervariasi. Seperti kompor gas beserta tabungnya, minyak goreng, tepung terigu, peralatan menggoreng, blender, beras dan beberapa jenis barang lainnya.

Para penerima bantuan terlebih dahulu diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek), terutama dalam hal penggunaan barang bantuan hingga tata cara pengelolaan usaha yang baik.

Anggaran yang disiapkan bagi setiap daerah akan berbeda. Sebab menyesuaikan data yang diusulkan dari Dinsos tiap kabupaten dan kota.

Saprudin menyebutkan, setiap kabupaten kota diberi kuota 50 orang, namun ada pula yang hanya 20 orang.

“Berharap tahun berikutnya program ini terus berlanjut dan ada penambahan jumlah penerima, karena kita menargetkan setiap daerah itu merata,” ungkapnya.

Sementara itu, Ardani selaku penyuluh sosial ahli muda Dinsos Kaltim menambahkan bahwa, program tersebut sebenarnya sudah lama dijalankan. 

Namun selama ini hanya beberapa daerah saja yang dapat, seperti Samarinda dan Balikpapan.

Ia menegaskan bahwa program tersebut semata-mata untuk membantu masyarakat kategori miskin agar dapat membuka usaha secara mandiri. 

“Kita menargetkan ada 1.500 orang tahun depan. Kami tidak minta apa-apa, tidak minta potongan. Ini murni bantuan usaha untuk warga,” tegasnya.

Melalui program tersebut, kata Ardani, para penerima bantuan didorong untuk berwirausaha secara mandiri. Dengan harapan, kesejahteraan ekonomi terus meningkat.

“Nanti akan kita lihat perkembangannya. Kalau ada yang usahanya berkembang kita akan mempertimbangkan untuk memberi bantuan lagi. Tapi yang kita harapkan agar mereka bisa memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” pungkasnya.(Han/BN)

Example 300250