DaerahSamarinda

Kampung Sampah Bernilai Loajanan Ilir Samarinda Terus Berinovasi Untuk Pelestarian Lingkungan

×

Kampung Sampah Bernilai Loajanan Ilir Samarinda Terus Berinovasi Untuk Pelestarian Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Salah satu bentuk pemanfaatan limbah plastik yang diolah menjadi kerajinan tangan dan baju daur ulang.

Beritanusantara.co, Samarinda – Kini, persoalan limbah sampah plastik kerap terjadi di sejumlah wilayah tak terkecuali di Samarinda. Kampung Sampah Bernilai (Salai) yang terletak di Loajanan Ilir, telah menerapkan ecobrick terhadap limbah plastik organik maupun non organik, tidak hanya itu limbah plastik pun diolah menjadi  kerajinan tangan hingga baju daur ulang.

Ibu Sundari Ketua Bank Sampah Matahari RT 02 mengatakan Kampung Salai Loajanan Ilir berdiri sejak Maret 2023 hingga saat ini.

“Kampung kami telah memenuhi persyaratan sebagai Kampung Salai, karena terdapat bank sampah aktif, turut berperan dalam mengelola sampah sehingga memiliki nilai jual seperti baju daur ulang yang dapat kita sewakan,” ucapnya.

Lanjutnya, untuk baju daur ulang, memiliki kriteria sampah tersendiri yakni bekas kemasan plastik dan kemasan botol.

“Terdapat, di dinding sekretariat, hingga atap yang ada di kebun kami buat dari botol bekas,” ungkapnya.

Hampir semua prasarana yang ada di Kampung Salai Loajanan Ilir, dinuat dari pemanfaatan sampah.

“Seperti pot, dari ban bekas. Lalu kompos terbuat dari sampah rumah tangga yang kami kumpulkan dan kelola sendiri untuk di pakai pada tanaman salah satunya, bayam brazil,” jelasnya.

Sambungnya, sementara nasabah kami saat ini menyentuh angka 70 Kartu Keluarga (KK).

“Nasabah kami, tidak hanya pada RT 02 melainkan juga banyak dari RT yang lain,” kata dia.

Penimbangan sampah setiap satu bulan sekali dilakukan, mulai dari kardus, botol plastik, besi dan aluminium.

“Setelah kami pilah-pilah, lalu dijual kembali dengan sistem menabung dan dibayarkan setiap periode tertentu,” ujarnya.

Kampung Salai Loajanan juga memenangkan penghargaan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Samarinda.

“Pada saat itu kami menampilkan baju daur ulang, ecobrick, dan bentuk pengolahan dari sampah anorganik,” jelas Sundari.

Nantinya juga akan ada inovasi baru di Kampung Salai Loajanan Ilir, karena sampah akan terus ada.

“Kemungkinan, nanti kami akan buat gapura yang lebih besar dari ecobrick,” pungkasnya.(H/BN)

Example 300250