Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mengupayakan penurunan angka kematian bayi melalui optimalisasi layanan kesehatan, baik dari program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) maupun Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa fokus utama PKG adalah memberikan perhatian khusus pada ibu hamil dan anak-anak melalui layanan kesehatan yang bersifat menyeluruh. “Pelayanan ini mencakup pemeriksaan kehamilan rutin setiap bulan, pemberian tablet tambah darah untuk ibu hamil, dan imunisasi lengkap bagi bayi dan balita. Semua dilakukan secara komprehensif dari masa kehamilan hingga setelah kelahiran,” jelasnya saat ditemui di Samarinda, Jumat (9/5).
Menurut Jaya, partisipasi masyarakat menjadi kunci penting dalam efektivitas program. Ia menegaskan pentingnya kesadaran warga untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia guna mencegah penyakit serta mendeteksi dini potensi masalah kesehatan. “Kami selalu sampaikan bahwa menjaga kesehatan, khususnya bagi ibu dan anak, adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk keluarga tetapi juga bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Data Dinas Kesehatan per Mei 2025 menunjukkan terdapat 164 kasus kematian bayi di Kaltim, dengan angka tertinggi di Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 39 kasus, disusul Balikpapan (26 kasus), serta Berau dan Paser masing-masing 20 kasus. Kematian neonatal (usia 0–28 hari) tercatat mencapai 131 kasus, dengan sebaran tertinggi juga di Kutai Kartanegara (29 kasus), Berau (19), dan Balikpapan (17).
Sementara itu, kematian balita usia 1–5 tahun tercatat delapan kasus, didominasi oleh Kutai Kartanegara (4 kasus) dan Kutai Barat (3 kasus).
Penyebab utama kematian neonatal menurut Dinkes Kaltim antara lain gangguan pernapasan dan jantung, berat badan lahir rendah, serta prematuritas. Penyebab lainnya mencakup infeksi, kelainan bawaan, dan komplikasi saat persalinan. (H/BN)














