Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menerapkan program kuliah gratis bertajuk Gratispol mulai 2025 dengan sasaran mahasiswa asal Kaltim dari jenjang S1 hingga S3. Program ini akan menjangkau 3.943 mahasiswa pada tahap awal dan ditargetkan meningkat signifikan menjadi 85.000 mahasiswa pada 2026.
“Jumlah penerima manfaat akan terus naik tiga persen setiap tahun,” ujar Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kaltim, Dasmiah, Sabtu (21/6).
Dasmiah menegaskan, Pemprov Kaltim berkomitmen menjaga akuntabilitas dan transparansi program, serta memastikan bantuan tepat sasaran. Setiap mahasiswa penerima akan memperoleh bantuan UKT rata-rata Rp5 juta. Untuk jurusan dengan biaya tinggi seperti Farmasi dan Kedokteran, bantuan menyesuaikan, masing-masing sebesar Rp7,5 juta dan Rp15 juta. Bantuan juga diberikan untuk jenjang pascasarjana, yakni Rp9 juta untuk S2 dan Rp15 juta untuk S3.
Bantuan UKT berlaku hingga 8 semester untuk S1, 4 semester untuk S2, dan 6 semester untuk S3. Mulai 2026, seluruh mahasiswa lama dan baru akan menerima bantuan UKT dari semester 2 hingga 8, sementara semester 1 telah ditanggung lebih dahulu.
Syarat utama penerima manfaat di antaranya adalah warga ber-KTP dan KK Kaltim minimal tiga tahun, berusia maksimal 25 tahun (S1), 35 tahun (S2), dan 40 tahun (S3). Bagi guru dan dosen, batas usia S3 diperpanjang hingga 45 tahun. Mahasiswa juga harus aktif terdaftar di kampus terakreditasi dan tidak sedang menerima beasiswa lain.
“Mahasiswa yang sudah terdata dan memenuhi kriteria akan langsung masuk program ini,” katanya.
Ia juga memastikan pengembalian dana UKT bagi mahasiswa yang sudah terlanjur membayar.
“Jangan khawatir, dana akan dikembalikan,” tutup Dasmiah. (h/bn)














