Beritanusantara.co, Samarinda – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menetapkan target Indonesia untuk mencapai swasembada gula putih paling lambat pada tahun 2027.
Target ini didasari oleh tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor gula, di mana mayoritas kebutuhan nasional masih dipenuhi dari luar negeri.
Amran menyatakan bahwa sekitar 80 persen lahan tebu saat ini tidak layak produksi dan perlu dilakukan pembenahan total dalam waktu tiga tahun.
“Kami akan bongkar total dalam tiga tahun,” ujarnya.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berfokus pada hilirisasi dan peningkatan produksi pangan strategis, termasuk tebu, kopi, kakao, dan karet.
Presiden juga menginstruksikan agar impor gula, baik white sugar maupun raw sugar, dapat dihentikan secara bertahap karena nilainya mencapai triliunan rupiah per tahun.
Untuk mendukung target ini, Kementan menyiapkan sejumlah strategi, seperti penguatan penyuluhan bagi petani, perbaikan sistem pengelolaan kebun tebu, penyediaan sarana produksi, peningkatan akses pupuk dan irigasi, serta perbaikan pengelolaan tanah dan kebijakan harga yang menguntungkan petani.
“Kalau semua dibenahi, swasembada bisa tercapai,” tegas Amran. (h/bn)














