Beritanusantara.co, Samarinda – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga data pribadi, terutama saat menggunakan media sosial.
Peringatan ini disampaikan oleh Sandiman Ahli Madya dari Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah, Dwi Kardono.
Dwi menyatakan bahwa saat ini semua orang menjadi target potensial serangan siber, yang bisa terjadi setiap saat dari berbagai penjuru dunia.
Ia menekankan pentingnya kesadaran keamanan (security awareness) karena lemahnya perlindungan data sering kali menjadi celah masuk peretas.
Sasaran utama biasanya mencakup akun perbankan, media sosial, WhatsApp, hingga nomor telepon pribadi.
Selain faktor eksternal, Dwi juga menyoroti ancaman dari dalam organisasi, seperti server tidak terlindungi, aplikasi yang tidak diperbarui, serta perangkat keras yang tidak aman.
Motif para pelaku meliputi keuntungan finansial, pemanfaatan data, kepentingan politik, hingga telemarketing.
BSSN menyarankan masyarakat menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun penting, serta rutin memeriksa apakah email pribadi telah mengalami kebocoran melalui situs resmi seperti haveibeenpwned.com dan periksadata.com.
Ia menegaskan bahwa kedua situs tersebut aman dan dapat membantu masyarakat mendeteksi kebocoran data.
“Dengan langkah preventif sederhana ini, kita bisa mengurangi risiko kejahatan siber,” jelasnya. (h/bn)














