Beritanusantara.co, Samarinda – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memastikan ketersediaan beras di dua provinsi tersebut dalam kondisi aman hingga memasuki musim panen berikutnya pada tahun 2026. Kepala Bulog Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, menegaskan bahwa kecukupan stok ini ditopang oleh serapan gabah dan beras lokal yang meningkat signifikan sepanjang 2025.
“Realisasi serapan beras lokal kami tahun ini mencapai sekitar 9.500 ton, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Musazdin di Samarinda, Selasa (2/12).
Ia menjelaskan bahwa stok yang dikuasai Bulog saat ini mencapai 28.900 ton dan tersimpan di 15 unit gudang yang tersebar di sejumlah titik strategis, seperti Samarinda, Berau, Paser, Tarakan, dan Bulungan. Stok tersebut sudah mencakup kebutuhan rutin, cadangan untuk kondisi darurat, serta pasokan menghadapi lonjakan permintaan akhir tahun.
“Kualitas beras yang diserap menjadi prioritas. Penyerapan dilakukan mengikuti persyaratan ketat dari Bapanas untuk beras kelas medium, mulai dari kadar air hingga standar broken,” lanjutnya.
Untuk menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bulog mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang ditargetkan mencapai 14.000 ton hingga Desember. Di saat bersamaan, Bulog juga menyiapkan beras premium untuk kebutuhan segmen pasar tertentu.
Sebagai bagian dari program pemerintah, Bulog telah menyalurkan bantuan pangan alokasi Oktober dan November sebesar sekitar 2.450 ton. Musazdin memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketercukupan pasokan beras sepanjang akhir 2025.
“Dengan stok yang memadai, kami imbau masyarakat tetap tenang karena Bulog siap menjaga ketersediaan pangan,” tandasnya. (h/bn)














