Kalimantan Timur

Dinkes Kaltim Optimalkan 188 Puskesmas untuk Vaksinasi Calon Jamaah Haji

×

Dinkes Kaltim Optimalkan 188 Puskesmas untuk Vaksinasi Calon Jamaah Haji

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin

Beritanusantara.co, Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengoptimalkan peran 188 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di sepuluh kabupaten dan kota untuk melayani vaksinasi bagi seluruh calon jamaah haji tahun ini. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kemudahan akses serta perlindungan kesehatan bagi jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan pelayanan vaksinasi calon jamaah haji, khususnya vaksin meningitis dan polio, dilaksanakan di Puskesmas sesuai dengan wilayah domisili masing-masing jamaah.

“Vaksinasi calon haji, terutama pemberian vaksin meningitis dan polio, dilakukan oleh Puskesmas di wilayah domisili calon jamaah di kabupaten dan kota masing-masing untuk memudahkan akses,” ujar Jaya, Rabu (4/2).

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk pelayanan prima dari pemerintah daerah agar calon jamaah tidak harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh hak perlindungan kesehatan.

Untuk daerah dengan jumlah jamaah yang cukup padat seperti Kota Samarinda dan Kota Balikpapan, pemerintah daerah telah menyiagakan 26 unit Puskesmas yang dilengkapi fasilitas rantai dingin vaksin (cold chain) yang memadai.

“Mekanisme pelayanan vaksinasi ini diarahkan secara fleksibel ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yang lokasinya paling dekat dengan alamat tempat tinggal calon jamaah sesuai data kependudukan,” jelasnya.

Jaya menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan tahapan krusial karena status kesehatan menjadi syarat mutlak atau istithaah sebelum jamaah dapat melanjutkan ke tahapan keberangkatan berikutnya.

“Jika dalam pemeriksaan medis ditemukan kondisi yang membuat calon jamaah dinyatakan tidak sehat atau tidak layak terbang, maka itu menjadi kendala utama keberangkatan yang bersangkutan,” katanya.

Selain memperkuat fasilitas layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kaltim juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan intensif bagi tenaga medis. Sebanyak 21 personel Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) asal Kalimantan Timur dijadwalkan mengikuti pelatihan teknis selama dua hari di kawasan Manggar.

Pelatihan tersebut bertujuan mematangkan prosedur penanganan medis darurat selama pelaksanaan ibadah haji. Kekuatan tim medis juga diperkuat dengan kehadiran Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) bidang kesehatan.

“Sinergi antara kesiapan 188 Puskesmas dan keandalan petugas medis ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan kesehatan jamaah Kaltim saat menjalankan rangkaian ibadah fisik yang cukup berat di Arab Saudi,” tutup Jaya. (h/bn)

Example 300250