Beritanusantara.co, Samarinda – Menjelang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, menyoroti kurangnya perhatian terhadap penganggaran internal lembaga legislatif. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara urusan eksternal dan kebutuhan internal, khususnya dalam penyusunan rencana kerja alat kelengkapan dewan (AKD).
Dalam Rapat Paripurna ke-23 DPRD Kaltim pada Senin, 11 Juli 2025, Salehuddin menyampaikan keprihatinannya bahwa banyak anggota dewan lebih terfokus pada isu-isu eksternal seperti pokok-pokok pikiran (pokir), sementara urusan rumah tangga dewan kerap terpinggirkan.
“Sering kali anggaran internal kurang diperhatikan, padahal ini sangat berpengaruh terhadap efektivitas kerja lembaga. Kita tidak boleh abai terhadap tugas dan fungsi utama kita di DPRD,” ujarnya.
Ia pun mengapresiasi kinerja Badan Anggaran (Banggar) dan Panitia Khusus Rencana Kerja yang dinilainya telah maksimal dalam menyusun rancangan program dan menindaklanjuti hasil reses. Namun, ia mengingatkan bahwa semua upaya itu bisa sia-sia jika anggaran pelaksanaannya tidak terakomodasi secara memadai.
“Kami baru saja merumuskan enam kegiatan baru. Jangan sampai program-program strategis ini terpangkas karena kurangnya perhatian terhadap penganggaran internal,” tegasnya.
Salehuddin menutup pernyataannya dengan menyerukan agar seluruh anggota dewan tak melupakan pentingnya memperjuangkan kegiatan internal sebagai bagian dari penguatan kinerja institusional. (Da/Adv/DPRDKaltim)














