Beritanusantara.co, Samarinda – Gedung Pandurata RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp380 miliar ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026. Gedung ini diharapkan memperkuat peran RSUD AWS sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, memastikan pembangunan fisik gedung telah rampung dan saat ini hanya memasuki tahap pemeliharaan oleh Dinas PUPR Kaltim.
“Pembangunan fisiknya sudah selesai. Sekarang PUPR hanya melakukan pemeliharaan,” ujarnya, Jumat (2/1).
Jaya menyebutkan, pada tahun 2026 pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan alat kesehatan. Proses pengadaan ditargetkan dimulai Januari dan rampung pada Maret 2026.
“Mudah-mudahan Januari mulai pengadaan, Maret sudah ada alat kesehatannya, kemudian dilakukan pemasangan,” katanya.
Gedung Pandurata dirancang setinggi delapan lantai dengan luas tapak hampir 4.000 meter persegi serta luas lantai mencapai 27.517 meter persegi. Dengan spesifikasi tersebut, gedung ini diproyeksikan mampu menampung hingga 500 tempat tidur pasien.
Selain pembangunan fisik, Dinkes Kaltim juga menyiapkan anggaran tambahan sekitar Rp150 miliar untuk pengadaan alat kesehatan dan tempat tidur pasien.
“Kalau prosesnya lancar, kemungkinan operasionalnya antara Maret atau April 2026,” jelas Jaya.
Sementara itu, bangunan lama RSUD AWS direncanakan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau dan area parkir guna mengatasi keterbatasan lahan parkir yang selama ini dikeluhkan pengunjung. (h/bn)














