30/10/2023
TENGGARONG, Berita Nusantara.co – Rendahnya partisipasi pemilih di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian Bupati Edi Damansyah. Ia mengatakan bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah banyaknya karyawan perusahaan yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena lokasi TPS yang jauh dan takut dipotong gajinya.
“Daerah ini banyak karyawan perusahaan, mereka mengaku takut mendapatkan sanksi pemotongan pendapatan jika tidak masuk kerja,” ungkap Edi, Minggu (29/10/2023).
Untuk mengatasi hal ini, Edi meminta agar perusahaan dapat memberikan keringanan kepada karyawan, terutama yang berdomisili di desa, untuk datang ke TPS pada pagi hari dan kembali bekerja pada siang hari. Ia berharap dengan cara ini, partisipasi pemilih di Kukar dapat meningkat pada pemilu 2024.
“Kami minta betul-betul nanti peran sertanya memberikan waktu kepada karyawan saat jam pagi untuk mencoblos ke TPS, nanti siangnya bisa untuk kembali bekerja,” katanya.
Selain itu, Edi juga mengatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi di beberapa kecamatan untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini.
“Jika penyebab rendahnya partisipasi pemilih karena faktor kebijakan perusahaan kepada karyawan, ini harus dicek validitasnya dan segera mendapatkan solusi. Ada sisi komunikasi yang perlu diperbaiki,” pungkasnya.(Nfl/ADV/DiskominfoKukar)














