Teks foto: Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar
beritanusantara.co, Samarinda– Kepolisian mulai mematangkan persiapan pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 2026. Hendri Umar selaku Kapolresta Samarinda memastikan pengamanan tidak hanya difokuskan pada lalu lintas, tetapi juga stabilitas harga dan distribusi bahan pokok di dalam kota.
“Yang utama ketersediaan dan distribusi pangan, sembako atau bapokting jangan sampai terjadi masalah,” ujarnya.
Menurut Hendri, jajaran Polresta akan mengaktifkan Satgas Pangan untuk memantau pergerakan harga serta stok kebutuhan pokok menjelang Lebaran. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah lonjakan harga dan praktik penimbunan.
Selain pengawasan pangan, kepolisian juga menyiapkan pos-pos pelayanan dan pengamanan di sejumlah titik strategis Kota Samarinda. Pos tersebut akan difungsikan untuk memantau arus lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan bagi masyarakat selama masa mudik dan arus balik.
“Termasuk membantu pengamanan rumah-rumah yang ditinggal pemudik,” katanya.
Ia mengakui, pengamanan Idulfitri merupakan agenda rutin tahunan. Namun, pola kerawanan setiap tahun bisa berbeda.
Titik kepadatan tidak hanya terjadi di jalur keluar-masuk kota, tetapi juga berpotensi muncul di pusat perbelanjaan dan kawasan permukiman.
Sebelumnya, Polresta Samarinda mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral persiapan Operasi Ketupat 2026 yang digelar terpusat oleh Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui sambungan virtual.
Rapat tersebut diikuti unsur pemerintah pusat dan daerah sebagai bagian dari persiapan pengamanan nasional jelang Idulfitri.
Hendri menjelaskan, arahan yang diterima masih bersifat umum dan akan ditindaklanjuti di tingkat daerah.
“Nanti kami akan gelar rapat koordinasi eksternal dengan Forkopimda dan stakeholder seperti Bulog, Pemadam Kebakaran, serta Pertamina,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi lintas instansi diperlukan agar pengamanan berjalan terpadu, mulai dari distribusi logistik, pengendalian lalu lintas, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan.
“Tujuannya satu, supaya masyarakat bisa mudik dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” tegasnya.














