Beritanusantara.co, Semarang – Perkara penculikan dan pembunuhan yang telah dilancarkan oleh dua remaja terhadap korban yang masih anak-anak dengan dalih perdagangan organ di Makassar sangat memprihatinkan.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak agar website perdagangan oragn manusia dapat diusut tuntas.
Dian Sasmita selaku Anggota KPAI Sub Komisi Pengaduan menuturkan bahwa pihaknya prihatin dan mengucapkan bela sungkawa terhadal peristiwa tersebut.
Menurut dia, peristiwa tersebut harus dijadikan pemerintah sebagai alarm atau pengingat guna mengembangkan literasi digital sedari awal pada anak.
“Kejadian ini menjadi alarm pemerintah bahwa literasi digital sejak dini sangat penting diberikan pada anak,” ujar Dian, Rabu (11/1/2023).
Dian meminta Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri agar turut menginvestigasi perihal motif di balik penculikan dan pembunuhan yang telah dilakukan oleh dua remaja itu.
“KPAI meminta Dittipidsiber Bareskrim Polri agar mengusut tuntas website perdagangan organ tubuh. Selain itu, KPAI meminta Kemenkominfo agar meningkatkan pengawasan dan menutup akses situs pencarian online yang tidak memiliki sistem penyaring konten kekerasan dan sensitif. Menjadi penting agar para orang tua aktif mengawasi anak-anaknya ketika berselancar di dunia maya serta membangun komunikasi lebih asertif dengan anak,” katanya.
KPAI meminta penegak hukum untuk tetap menghormati hak-hak pelaku sebagai anak terkait dengan kasus tersebut yang sudah ada di dalam UU tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
“Penegak hukum menjalankan proses pidana dengan menghormati hak-hak anak sesuai mandat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dalam mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak dan keadilan,” ujarnya.
Polisi juga telah memverifikasi bahwa kedua pelaku terhasut oleh informasi penjualan organ yang menawarkan harga menggiurkan. Mereka lalu menghabisi nyawa anak yang berusia 11 tahun bernama Fadli.
Sebelumnya, polisi membenarkan bahwa kedua pelaku terpengaruh oleh informasi penjualan organ yang harganya sangat menggiurkan. Mereka kemudian membunuh anak berusia 11 tahun bernama Fadli.
“Pelaku mengaku tergiur oleh harga jual penjualan organ manusia untuk mendapatkan uang,” tutur Aipda Ahmad Halim selaku Kasi Humas Polsek Panakkukang, Rabu (11/1/2023).
Kompol Jufri Nartsir selaku Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar juga memverifikasi bahwa para pelaku mempelajari tentang sistem jual beli organ tubuh lewat internet.
“AR ini dari tahun 2022 dia buka akun terkait penjualan organ tubuh manusia. Organ tubuh itu kan hati, jantung, ginjal, paru. Itu per dolar kalau dirupiahkan kan mahal itu,” kata Kompol Jufri, Selasa (10/1).
Pelaku AR mengaku telah menghabisi korban di rumahnya yang berada di Jalan Batua Raya 14, Makassar, pada Minggu (8/1). Tetapi, saat yang disebut sebagai calon pembeli tidak menanggapi, dia kalang kabut dan melemparkan jasad korban ke Jalan Inspeksi Kanal, Waduk Nipa-Nipa, Moncongloe, Maros.
Sumber : ABG Bunuh Bocah untuk Jual Organ, KPAI Minta Polisi Usut Situs Jual Beli














