SURABAYA – Mangrove Gunung Anyar statusnya kini menjadi kebun raya. Megawati Soekarnoputri datang langsung meresmikan tempat itu. Ia merupakan ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia. Pengajuan status tersebut dilakukan di 2017. Oleh Tri Rismaharini, wali kota Surabaya kala itu.
Di lokasi tersebut memiliki 58 spesies mangrove. Sebanyak 17 spesies diantaranya telah teregistrasi secara resmi. “Namanya kebun raya, semua varian mangrove di sini punya lokal,” kata mantan presiden RI ke-5 itu, Rabu, 26 Juli 2023.
Sebelum meresmikan kebun raya itu, ketua umum PDI Perjuangan itu sempat keliling di beberapa tempat. Ia didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan beberapa menteri di kabinet Indonesia Maju.
Di Indonesia kini sudah memiliki 45 kebun raya. “Dulu saat saya menjadi wapres, kebun raya di Indonesia hanya ada lima. Sekarang sudah berkembang jadi 45. Ini tidak mudah. Karena untuk menjadi kebun raya ada standarisasinya,” ucapnya.
Khofifah menjelaskan, saat ini, Jawa Timur memiliki kawasan mangrove seluas 27.221 Ha atau 48 persen dari kawasan mangrove di Pulau Jawa. Berdasarkan data Dinas Kehutanan, kawasan ini merupakan yang terluas di antara provinsi lainnya di Pulau Jawa dan Bali.
“Kerapatan mangrove lebat kita 47,26 persen. Mangrove sedang 46,07 persen dan mangrove jarang 6,66 persen. Sementara potensi mangrove Jawa Timur seluas 51.557 hektar,” katanya.
Menurut ketua muslimat NU itu, keuntungan dari pemasifan mangrove akan kembali ke masyarakat. Mulai dari bentuk oksigen, penyerapan emisi CO2 yang 20 kali lebih besar dari hutan tropis, serta lahan kerja dan ekonomi.
“Alhamdulillah hari ini Kebun Raya Mangrove Surabaya sudah diresmikan. Kami optimis keberadaan kebun raya ini akan semakin menjaga kelestarian alam kita. Juga menguatkan wilayah pesisir dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.














