Beritanusantara.co, Samarinda – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur mencatat lonjakan signifikan barang bukti narkotika sepanjang tahun 2025, meskipun jumlah berkas perkara justru mengalami penurunan.
Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 pihaknya hanya menangani 39 berkas perkara dengan 36 tersangka. Namun, jumlah sabu yang berhasil diamankan melonjak drastis.
“Sepanjang 2025 kami berhasil menyita 42.420,32 gram atau sekitar 42,4 kilogram sabu. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang hanya 3.903,8 gram,” kata Rudi Hartono, Senin (29/12).
Selain sabu, BNNP Kaltim juga menyita 1.861 gram ganja dan 684 butir ekstasi selama periode tersebut.
Di bidang pencegahan, BNNP Kaltim telah melaksanakan 116 kegiatan tes urine terhadap 15.720 orang. Dari hasil tersebut, sebanyak 176 orang terindikasi positif narkotika, meningkat dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Sementara pada sektor rehabilitasi, tercatat 179 klien menjalani rawat jalan dan 145 klien menjalani rawat inap. Rudi menegaskan, layanan rehabilitasi akan terus diperkuat agar para penyalahguna dapat kembali produktif di tengah masyarakat.
“Mengingat posisi geografis Kaltim yang strategis namun rawan peredaran gelap narkotika, kami menerapkan pendekatan berbasis komunitas,” ujarnya.
Sepanjang 2025, BNNP Kaltim membentuk enam Desa atau Kelurahan Bersinar di Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang. Selain itu, penguatan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dan Agen Pemulihan juga terus dilakukan.
Ia turut mengungkapkan capaian Indeks Ketahanan Remaja (IKR) Kaltim yang berada di angka 3,76, lebih tinggi dibandingkan IKR nasional sebesar 3,52.
“Capaian ini adalah bentuk komitmen kami dalam membangun ekosistem kerja yang solid demi mewujudkan Kalimantan Timur yang bersih dari narkoba,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, BNNP Kaltim juga memperkenalkan Program ANANDA, yang mencakup pencegahan, pemulihan, dan pemberdayaan masyarakat secara komprehensif. (h/bn)














