Beritanusantara.co, Samarinda – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda melalui Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) bergerak cepat melakukan evakuasi tongkang bermuatan batu bara yang menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu).
Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan struktur jembatan dan keamanan alur pelayaran Sungai Mahakam.
Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, mengatakan pihaknya langsung menurunkan dukungan operasional begitu menerima laporan kejadian.
“Sejak menerima informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dan menurunkan dukungan operasional yang dibutuhkan demi keselamatan jembatan serta pengguna alur pelayaran,” ujarnya, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, pengerahan armada kapal tunda merupakan bagian dari prosedur standar kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan. Proses evakuasi tongkang tersebut berhasil diselesaikan pada pukul 03.50 WITA.
Insiden ini menambah daftar kejadian serupa yang terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir. Pada Minggu dini hari, dua unit tongkang dilaporkan kembali menyenggol kaki Jembatan Mahakam Ulu dan bahkan berdampak langsung pada permukiman warga di sekitar bantaran sungai.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Captain Suparman, menyatakan pihaknya segera menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan penanganan berjalan aman dan terkoordinasi.
“Fokus utama penanganan diarahkan pada stabilitas struktur jembatan, pengamanan jalur transportasi Sungai Mahakam, serta pencegahan risiko lanjutan akibat posisi kapal ponton yang tidak terkendali,” jelasnya.
Sebagai langkah tanggap darurat, SPJM menyiagakan dan mengerahkan kapal-kapal tunda untuk menarik serta mengendalikan tongkang bermasalah ke lokasi labuh yang lebih aman.
Kondisi menjadi semakin mendesak karena salah satu tongkang juga menghantam rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo. Benturan tersebut mengakibatkan dapur rumah milik Ribut Waluyo ambruk dan hanyut terbawa arus sungai beserta seluruh perabotan di dalamnya.
Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait kejadian tersebut.
“Kami menerima laporan adanya dua tongkang yang menyenggol jembatan dan langsung melakukan pengamanan di lokasi,” katanya.
Sinergi antara Pelindo, kepolisian, dan instansi terkait dinilai berhasil meminimalkan dampak kerugian yang lebih luas bagi masyarakat Samarinda. (h/bn)














