beritanusantara.co, Samarinda— Pemerintah Kota Samarinda memastikan ketersediaan bahan pokok dan barang penting (bapokting) masih aman menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hal itu terungkap setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi pada Rabu (11/3/2026).
Sidak dipimpin langsung Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, bersama tim gabungan yang terdiri dari Polresta Samarinda, Kodim 0901/Samarinda, Disperindag, Kejaksaan Negeri, Bank Indonesia, BPOM, Bulog, serta sejumlah instansi terkait.
“Secara umum stok masih aman hingga menjelang Lebaran. Tidak ditemukan kendala serius dalam distribusi maupun pasokan,” ujar Saefuddin.
Tim gabungan menyasar beberapa lokasi strategis, mulai dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pangkalan gas LPG, pasar tradisional, hingga distributor bahan pangan.
Di SPBU Pertamina 64.75.202 Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, tim memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih sesuai dengan ketentuan pemerintah. Selain itu, pemeriksaan terhadap mesin dispenser juga tidak menemukan adanya kecurangan maupun manipulasi takaran.
Pengecekan juga dilakukan di pangkalan LPG 3 kilogram Satriawarti di Jalan Pattimura Gang Irham, Kecamatan Samarinda Seberang.
Dari hasil pemeriksaan, stok tabung gas yang tersedia telah habis disalurkan kepada pedagang pengecer, sehingga tidak ditemukan tabung berisi di lokasi.
Tim selanjutnya memantau kondisi harga bahan pokok di Pasar Baqa. Dari hasil pemantauan, harga daging beku tercatat Rp110 ribu per kilogram, sedangkan daging segar mencapai Rp185 ribu per kilogram. Harga ayam besar berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram dan ayam kecil Rp45 ribu per kilogram.
Untuk komoditas ikan, harga tongkol berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram dan ikan layang sekitar Rp48 ribu per kilogram. Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, ketersediaan stok masih dinilai mencukupi hingga Lebaran.
Sidak juga dilakukan di gudang distributor CV Dermaga di Jalan Ir Sutami. Di lokasi ini, beras premium masih dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) dengan stok yang dipastikan aman.
“Persediaan gula dan tepung juga terpantau cukup, meski stok air mineral kemasan tertentu masih terbatas akibat pasokan dari pusat yang belum optimal,” terangnya.
Selain memantau pasokan pangan, tim juga menemukan catatan teknis di SPBU Pertamina 64.751.18 Tani Aman. Pada lokasi tersebut ditemukan salah satu komponen mesin dispenser BBM mengalami kerusakan dan diketahui belum pernah diganti sejak 2017.
Hasil pengukuran menggunakan bejana tera menunjukkan takaran BBM mendekati batas tidak layak. Untuk sementara, satu nosel mesin BBM disegel sambil menunggu proses kalibrasi ulang oleh pihak metrologi.
Saefuddin mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga komoditas menjelang Lebaran. Jika terjadi lonjakan harga yang melampaui ketentuan, pemerintah siap menggelar operasi pasar.
“Kami rencanakan operasi pasar pada H-3 Lebaran jika harga sudah melampaui HET,” katanya.
Ia menambahkan, kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti daging sapi, ayam, dan telur dipicu keterlambatan pasokan dari daerah pemasok, termasuk dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Namun pasokan diperkirakan segera tiba sehingga harga berpotensi kembali stabil.
Sidak tersebut berlangsung hingga pukul 11.30 Wita dengan situasi aman dan terkendali.
Pemerintah memastikan pemantauan terhadap distribusi bapokting akan terus dilakukan hingga perayaan Idulfitri guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasaran.














