Samarinda, Berita Nusantara.co – Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mencari tempat relokasi bagi pemilik ruko SHM yang sudah setuju untuk melepas asetnya. Pemkot Samarinda terus melanjutkan rencana pembangunan ulang Pasar Pagi Samarinda. Polemik dengan 48 pemilik ruko SHM di sebelah pasar, yakni Jalan Mas Tumenggung masih berusaha diatasi. Meski perwakilan 48 pemilik ruko SHM membantah terkait persetujuan 17 orang. Namun pemkot berpegang kuat dengan klaim bahwa 17 pemilik ruko SHM sudah setuju. Untuk lahannya dibongkar.
Asisten I Pemerintah Kota Samarinda sekaligus Ketua Tim proyek pembangunan ulang Pasar Pagi Samarinda Ridwan Tasa mengatakan jika semua yang setuju itu ada datanya.
“Yang menghadap ke dalam itu. Jelas mereka ada laporannya,” ucapnya Ridwan Tasa, saat ditemui, Senin (5/2/2024).
Bahkan saat ini, kata Ridwan Tasa., Pemkot tengah mencari tempat relokasi bagi 17 pemilik ruko yang sudah setuju itu. Untuk pindah selama satu tahun sesuai estimasi berjalannya proyek.
“Pertama bahwa 48 ruko ini sudah 17 yang sudah siap. Nah sekarang yang memang menjadi pikiran kami adalah harus kami sewakan tempat,” terangnya.
Ridwan Tasa belum merincikan secara pasti angka anggaran yang diestimasikan untuk penyewaan ruko sementara. Namun yang pasti, ruko yang dipilih memang representatif untuk berjualan.
“Kami akan berusaha cari tempat dan membayarkan sewa selama satu tahun,” ungkapnya.
Terkait konflik terakhir penolakan para pemilik ruko SHM terhadap rekayasa penutupan jalan Mas Tumenggung, oleh pemkot sebagai penyesuaian terhadap bongkar muat barang. Masih menanti tindak lanjut. Ridwan Tasa dapat memaklumi dan masih mentolerir. Sebab perobohan dan aktivitas alat berat belum dilakukan. Namun pendekatan akan terus dilakukan agar pemilik ruko SHM lainnya berubah pikiran.
“Selama belum (perobohan bangunan). Tapi nanti kan tetap kami adakan pendekatan. Sambil jalanin pembangunan. Bagaimanapun dia adalah warga kami. Kami harus melakukan pembicaraan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Selain terus melakukan pendekatan. Ridwan Tasa bilang kalau para pemilik ruko yang bertahan. Mau tidak mau akan terkena dampak dari proses pembangunan. Sebab Masjid Raya yang berada di sekitar Jalan Mas Tumenggung juga akan ikut direnovasi. Praktis Jalan Mas Tumenggung akan menjadi jalan bagi alat berat dan aktivitas pembangunan.
“Tahun ini juga akan direnovasi sehingga pasti itu terpagar. Nggak bisa enggak. Kalau toh tidak terpagar alat berat nanti kan di situ tempatnya,” tutupnya.(Han/BN)














