DaerahKalimantan Timur

Pemkot Samarinda Sediakan Insinerator Sebagai Upaya Mengatasi Sampah Yang Membludak

×

Pemkot Samarinda Sediakan Insinerator Sebagai Upaya Mengatasi Sampah Yang Membludak

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Boy Leonardo Sianipar.

Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda segera mengatasi persoalan sampah yang semakin banyak. Setiap harinya, Kota Samarinda memproduksi lebih dari 600 ton sampah sehingga memerlukan solusi jangka panjang untuk pengelolaannya.

Salah satu langkah yang dipersiapkan adalah dengan pembangunan insinerator yang diharapkan dapat mengurangi volume sampah dan beban di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda melalui Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3, Boy Leonardo Sianipar, Jumat (7/3), mengatakan bahwa proyek ini telah masuk dalam tahap survei lokasi dan perencanaan teknis bekerja sama dengan berbagai instansi terkait, seperti Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Mengenai rencana pembangunan insinerator, kami telah melakukan survei awal untuk menentukan titik-titiknya. Anggarannya juga sudah diplot, mudah-mudahan pembangunannya bisa berjalan tahun ini,” ucapnya.

Pemkot telah merencanakan pembangunan insinerator di sepuluh kecamatan.

Namun, Boy mengakui, beberapa kecamatan menghadapi kendala dalam menentukan lokasi ideal.  

“Misalnya di Kecamatan Samarinda Kota, karena wilayahnya padat dan sulit mencari lahan yang representatif. Kami ingin insinerator ditempatkan di lokasi yang cukup luas serta memiliki ‘comfort zone’ agar masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.  

Sebagai alternatif, insinerator untuk warga Samarinda Kota kemungkinan akan dialihkan ke kecamatan lain yang masih memiliki lahan luas, tetapi tetap diperuntukkan bagi masyarakat di kecamatan tersebut.  

Adapun beberapa kecamatan yang dianggap ideal untuk pembangunan insinerator antara lain Kecamatan Sungai Kunjang, Kecamatan Samarinda Utara, dan Kecamatan Sambutan. 

“Karena di daerah-daerah ini masih banyak lahan tidur, tidak seperti di pusat kota yang padat,” ungkapnya.

Saat ini, perencanaan proyek insinerator telah mencapai 40 persen, khususnya pada tahap desain bangunan oleh BPKAD.  Targetnya, tahun ini akan memasuki tahap pembangunan fisik.

“Insinerator ini merupakan alat jadi yang dibeli, dipasang, dan kemudian langsung dijalankan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi efektif bagi permasalahan sampah di Samarinda,” tutupnya.(H/BN)

Example 300250