DaerahKalimantan Timur

Pemprov Kaltim Gelontorkan Rp12 Miliar untuk Internet Desa Hingga Pedalaman

×

Pemprov Kaltim Gelontorkan Rp12 Miliar untuk Internet Desa Hingga Pedalaman

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal.

Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan anggaran sebesar Rp12 miliar pada tahun 2025 untuk mendukung perluasan jaringan internet desa hingga ke wilayah pedalaman. Program ini ditargetkan menjangkau 841 desa dengan skema dua tahap, yaitu 716 desa dari anggaran murni dan 125 desa dari anggaran perubahan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, mengatakan pemasangan internet gratis ini akan dipusatkan lebih dulu di kantor desa sebagai pusat layanan publik.

“Setiap desa akan mendapat satu titik akses internet gratis. Prioritas awal tentu kantor desa, sebab kantor desa adalah pusat layanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Jika koneksi sudah stabil dan terbangun baik, barulah kita perlebar ke puskesmas, sekolah, atau ruang publik lain yang juga penting,” jelas Faisal, Kamis (4/9).

Faisal menegaskan bahwa Pemprov Kaltim mengutamakan kualitas.

“Kami memprioritaskan fiber optik karena kualitas dan efisiensinya lebih terjamin. Namun jika medan tidak memungkinkan, maka akan menggunakan jaringan wireless Orbit Telkomsel. Dan kalau masih tidak bisa, pilihan terakhir adalah satelit Starlink, khususnya untuk desa-desa yang bahkan belum memiliki listrik. Untuk itu, kita dukung dengan panel surya,” ujarnya panjang lebar.

Hingga Agustus 2025, program ini telah berhasil menyambungkan internet di 441 desa, termasuk di Kabupaten Berau sebanyak 58 dari 100 desa, Kutai Barat 64 dari 190 desa, Kutai Kartanegara 117 dari 193 desa, Kutai Timur 85 dari 139 desa, Mahakam Ulu 4 dari 50 desa, Paser 90 dari 139 desa, serta Penajam Paser Utara 23 dari 30 desa.

“Target kami, pada Oktober nanti 700 desa sudah terpasang internet. Layanan ini bukan hanya untuk tahun ini, tetapi lima tahun ke depan Pemprov akan menanggung biaya layanan internet gratis itu. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir keberlanjutan programnya,” kata Faisal.

Selain infrastruktur, Pemprov juga mengembangkan program literasi digital dan creative hub di desa-desa.

“Internet bukan hanya soal akses informasi, tetapi juga peluang. Dengan literasi digital, masyarakat bisa memanfaatkan jaringan ini untuk promosi UMKM, pariwisata, serta berbagai kegiatan produktif lainnya. Desa harus mampu ikut tumbuh dalam ekonomi digital,” tegas Faisal. (h/bn)

Example 300250