Beritanusantara.co, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memastikan perluasan cakupan Program Gratis Pembiayaan Uang Kuliah (Gratispol) mulai tahun 2026. Kebijakan ini menjangkau seluruh mahasiswa asal Kalimantan Timur di semua jenjang semester, tidak lagi terbatas pada mahasiswa baru.
Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan transformasi kebijakan tersebut menjadi langkah signifikan dibandingkan pelaksanaan program pada tahun sebelumnya. Jika pada 2025 bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) difokuskan kepada mahasiswa baru, maka pada 2026 seluruh mahasiswa aktif yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan manfaat serupa.
“Tahun 2026 menjadi titik balik. Kami tidak ingin ada mahasiswa Kaltim yang terpaksa berhenti kuliah di tengah jalan hanya karena persoalan biaya. Seluruh mahasiswa asal Kalimantan Timur, baik semester awal maupun lanjutan, akan difasilitasi melalui Program Gratispol,” ujar Sri Wahyuni di Samarinda, Rabu, (14/1).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kebutuhan mendesak, terutama dengan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kaltim membutuhkan tenaga kerja lokal yang terdidik, terampil, dan berdaya saing. Program Gratispol kami harapkan dapat mendorong mahasiswa fokus pada prestasi dan pengembangan kapasitas diri tanpa dibebani masalah finansial,” katanya.
Sri Wahyuni menambahkan, perluasan program ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pendidikan sebelumnya. Pemerintah daerah menilai bantuan pendidikan harus menjamin keberlanjutan studi hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan diwisuda.
“Faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghambat mimpi anak-anak muda kita. Negara harus hadir memberikan kepastian pendidikan hingga tuntas,” tegasnya.
Untuk menjamin implementasi program berjalan optimal, Pemprov Kaltim terus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi serta memperketat sistem pengawasan agar penyaluran bantuan tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan. Pemerintah berharap ekspansi Program Gratispol menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Kalimantan Timur dan pembangunan nasional. (h/bn)














