Beritanusantara.co, NTT – Basarnas memperpanjang operasi pencarian terhadap tiga turis warga negara Spanyol yang menjadi korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator, mengatakan operasi pencarian diperpanjang hingga Minggu (4/1/2026) berdasarkan hasil evaluasi tim SAR gabungan.
“Pencarian masih kita laksanakan sesuai rencana operasi,” kata Fathur Rahman, Sabtu (3/1).
Ia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, operasi SAR pada prinsipnya dilakukan selama tujuh hari. Namun, operasi dapat diperpanjang apabila masih terdapat peluang atau tanda-tanda penemuan korban.
Saat ini, pencarian dilakukan dengan melibatkan 153 personel gabungan dari SAR Maumere, SAR Labuan Bajo, Ditpolairud, TNI AL, dan KSOP. Tim menggunakan berbagai metode, termasuk penyelaman, penyisiran permukaan, drone udara, serta lima unit beam sonar.
Sementara itu, Polres Manggarai Barat mulai melakukan penyidikan atas kecelakaan laut tersebut. Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyatakan penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Penyidikan difokuskan pada dugaan kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia. Penyidik telah mengumpulkan keterangan saksi serta dokumen pendukung,” ujar Henry, Jumat (2/1).
Ia menambahkan, sejumlah saksi telah diperiksa, termasuk anak buah kapal dan pihak yang terlibat dalam operasional pelayaran wisata.
“Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tanggung jawab masing-masing pihak selama pelayaran, termasuk aspek pengendalian kapal dan prosedur keselamatan,” jelasnya.
Diketahui, kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari empat ABK dan tujuh penumpang. Dari kejadian tersebut, satu korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian. (h/bn)














