Beritanusantara.co, Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur memperluas jangkauan literasi melalui layanan perpustakaan keliling ke lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan. Program ini merupakan bagian dari misi inklusi sosial untuk menghadirkan akses literasi bagi semua kalangan, termasuk mereka yang sedang menjalani masa hukuman.
“Program layanan perpustakaan keliling ke Lapas dan Rutan bertujuan membuka akses literasi seluas-luasnya, termasuk bagi mereka yang berada dalam keterbatasan ruang gerak,” kata Plt Kepala DPK Kaltim, Anita Natalia Krisnawati, Selasa (10/6).
Koleksi buku yang disediakan tidak hanya bacaan ringan, tetapi juga mencakup keterampilan praktis, pengembangan diri, hingga fiksi sebagai sarana refleksi dan hiburan. Program ini rutin dijalankan di Lapas Kelas II A Samarinda, Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda, dan Rutan Kelas I Samarinda.
Salah seorang warga binaan berinisial BG mengaku merasakan manfaat program tersebut.
“Buku-buku yang sering kami baca kebanyakan tentang ilmu pengetahuan praktis, seperti buku tentang cara menanam buah atau keterampilan lainnya. Itu sangat bermanfaat untuk bekal kami ke depan,” katanya.
Petugas Rutan Samarinda, Tama, menyebut sekitar 20 hingga 30 warga binaan memanfaatkan taman baca setiap hari. Ia juga berharap koleksi buku diperbanyak.
“Kami berharap agar koleksi buku fiksi, seperti novel, serta buku-buku pengetahuan umum bisa lebih ditambah. Sebab, jenis bacaan itu juga diminati dan mampu menjadi media rekreasi mental bagi para narapidana,” jelasnya. (h/bn)














