Beritanusantara.co, Samarinda – Persoalan krisis listrik masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat di pedalaman Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur. Sejumlah kampung di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu hingga kini belum terjangkau aliran listrik secara merata.
Wakil Ketua I DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menilai bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) adalah solusi paling realistis untuk mengatasi masalah tersebut.
Ia menilai penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) selama ini hanya bersifat sementara dan kurang efisien karena biaya operasionalnya yang tinggi serta keterbatasan jangkauannya.
“Mahulu butuh investor di sektor energi. Ada sekitar 50 kampung yang tersebar di lima kecamatan dengan jarak yang berjauhan dan medan yang sulit dijangkau,” kata Ekti.
Menurutnya, solusi jangka panjang yang ramah lingkungan dan efisien adalah memanfaatkan potensi tenaga air yang melimpah di daerah tersebut. Penggunaan energi terbarukan dinilai dapat menekan biaya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kalau hanya mengandalkan PLTD, bebannya terlalu berat. Dengan PLTA, kita bisa dapatkan solusi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Ekti juga meyakini bahwa masyarakat Mahulu akan mendukung penuh jika ada investor yang bersedia membangun infrastruktur kelistrikan di wilayah mereka. Ia menyebut ketersediaan listrik sebagai faktor utama untuk mendorong pembangunan desa.
“Listrik adalah kebutuhan dasar. Kalau sudah terpenuhi, pembangunan sektor lain pasti ikut berkembang. Warga pasti mendukung penuh bila ada investasi di bidang ini,” lanjutnya.
Meski belum memiliki data rinci terkait jumlah kampung yang belum tersambung listrik, Ekti menyebutkan bahwa dua kecamatan terluar, Long Apari dan Long Pahangai, menghadapi tantangan akses yang paling berat.
Saat ini, PLTD hanya mampu melayani listrik di tingkat kecamatan, sedangkan kampung-kampung pelosok masih belum teraliri listrik.
“Karena itu kami sangat berharap ada investasi nyata di sektor energi terbarukan untuk Mahulu. Ini demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini masih hidup dalam keterbatasan,” tutupnya. (Da/Adv/DPRDKaltim)














