DaerahKalimantan Timur

Pondok Nabil Husein Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

×

Pondok Nabil Husein Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sebarkan artikel ini
Tim pemadam kebakaran bergerak cepat memadamkan kebakaran di Pondok Pesantren Nabil Husein di Jalan Rapak Indah, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Beritanusantara.co, Samarinda – Terjadi kebakaran di gedung lantai tiga Kantor Pondok Pesantren Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur, diduga karena korsleting listrik, Rabu (12/3). 

Insiden tersebut muncul sesaat para santri yang ada di Ponpes itu sedang sholat dan ada juga yang sedang berbuka puasa. Para santri yang berada di lokasi kebakaran pun mencoba untuk ikut memadamkan api dengan alat seadanya, sambil menghubungi pihak pemadaman Kebakaran. 

Kepala Damkar dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra Ah, menjelaskan setelah diterima Informasi kebakaran di Ponpes, Jalan Rapak Indah, RT 38, Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. 

“Kita mendapatkan informasi kebakaran di Pesantren Nabil Husen diarea gedung perkantoran sekitar pukul 18.50 Wita,” ucapnya.

Setelah mendapatkan informasi tersebut Pihaknya dan puluhan relawan langsung menuju Tempat kejadian perkara (TKP). Ia mengatakan, ada empat posko dan puluhan relawan yang dikerahkan dalam memadamkan si jago merah di gedung perkantoran tersebut. 

“Ada empat Posko yang dikerahkan, serta para relawan se-Samarinda,” ujarnya. 

Untuk penyebab munculnya si jago merah di gedung lantai tiga Kantor Pondok Pesantren tersebut, Hendra, mengatakan, adanya korsleting listrik yang muncul pada salah satu bagian lantai gedung tersebut. 

“Dugaan sementara karena korseleting listrik, dari lantai dua ruang guru,” ujarnya. 

Saat terjadi kebakaran Hendra, menyampaikan gedung tersebut sedang dalam keadaan kosong. Diketahui gedung lantai tiga tersebut pada bagian lantai satu merupakan ruang Administrasi, lantai dua ruangan guru Ponpes, dan lantai tiga merupakan ruang Lap.

Saat memadamkan api, Hendra, mengatakan para relawan agak kesulitan saat meredam amukan si jago merah, dikarenakan gedung yang terlalu tinggi, sehingga memakan waktu cukup lama. Kendala gedung tingkat sehingga para relawan tidak mampu memadamkan karena terlalu tinggi.

“Waktu pemadaman api terjadi kurang lebih satu jam tiga puluh menit,” tutupnya.(H/BN)

Example 300250