Beritanusantara.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah akan menanggung penuh persoalan utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang kini menjadi sorotan publik. Ia memastikan masalah tersebut akan diselesaikan secara bertanggung jawab.
“Enggak usah khawatir soal ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti Whoosh itu semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan,” kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11).
Presiden menilai proyek Whoosh bukan semata urusan untung dan rugi, tetapi bagian dari tanggung jawab negara dalam menyediakan layanan publik.
“Semua public transport di seluruh dunia jangan dihitung untung-rugi, tapi manfaatnya untuk rakyat. Itu namanya public service obligations,” tegasnya.
Ia juga meminta agar isu utang proyek tersebut tidak dipolitisasi.
“Jangan kita menari di gendang orang, mungkin ada pihak-pihak yang ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Tenang saja, semua terkendali,” ujarnya.
Proyek kereta cepat Whoosh dibangun dengan investasi US$7,2 miliar atau sekitar Rp116,54 triliun, termasuk pembengkakan biaya sebesar US$1,21 miliar dari nilai awal. Sekitar 75 persen dari total biaya itu bersumber dari pinjaman China Development Bank (CDB), sedangkan 25 persen lainnya berasal dari penyertaan modal beberapa BUMN yang tergabung dalam PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) bersama Beijing Yawan HSR Co Ltd.
“Kita berjuang untuk rakyat, semua teknologi dan sarana ini tanggung jawab bersama. Di ujungnya tanggung jawab Presiden Republik Indonesia. Jadi saya sekarang tanggung jawab Whoosh,” pungkas Prabowo. (h/bn)














