Beritanusantara.co, Samarinda- Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, membentuk Tim Ahli berjumlah 34 orang. Komposisinya tidak hanya diisi akademisi dan profesional, tetapi juga sejumlah tokoh dari luar daerah serta adik kandung gubernur sendiri. Di tengah wacana efisiensi anggaran, publik mulai mempertanyakan urgensi dan beban biaya tim dengan jumlah sebesar itu.
Rapat Koordinasi Tim Ahli digelar di Gedung Odah Etam Lantai 2, berdasarkan undangan yang diteken secara elektronik oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim, Irhamsyah, atas nama Sekretaris Daerah.
Agenda rapat disebutkan berkaitan dengan pelaksanaan kinerja Tim Ahli Gubernur Tahun 2026 dan dipimpin Ketua Tim Ahli.
Informasi yang dihimpun, Tim Ahli diketuai oleh Irfan Wahid.
Sejumlah nama dari Jakarta turut masuk dalam daftar, di antaranya Bambang Widjojanto.
Berikut daftar lengkap 34 Tim Ahli Gubernur Kaltim:
Irfan Wahid, S.SN., B.A., M.M
Ir. Putra Jaya Husin
Dr. Bambang Widjojanto
Dr. Ahmad Fatoni, M.A.
Ir. Abdul Wahab Bangkona, M.Sc
Ir. H. Rusmadi, M.S., Ph.D
Dr. Ir. Siswanda H. Sumarto, MPM
H. Abu Bakar B, S.H.
Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M
Hijrah Mas’ud, S.K.M., M.A.R.S.
M.M. Gibran Sesunah, S.H., MPA
Dr. Syahrir Andi Pasinringi, M.S.
Dr. Tommy Pusriadi, S.E., M.M
Enjang Dana Resi
Supriansa, S.H., M.H.
Sudarno
Eko Satiya Hushada, S.Sos
Harya Rifky Pratama, S.Sos., M.A.
Teguh Ponco Pamungkas
Agus Amri, S.H., M.H., CLA
Andi Asran Siri, S.H.
Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H.
Herman
Sutomo Jabir
Rhino Tirtana, S.T.
Zain Taufik Nurrohman
Radja Ivan Haryono S.
Dr. H. Rusman Ya’qub, S.Pd., M.Si.
Decky Samuel, S.T., M.T.
Andrie Afrizal
Rizal Ma’arif, S.H.
Dr. H. Achmad Zaini
H. Andi Fathul Khair, S.Sos
Ir. H. Imran Duse, M.I.Kom
Salah satu anggota tim, Sutomo Jabir, mengaku tidak menghadiri rapat perdana karena baru menerima undangan saat sudah berada di Jakarta.
“Saat posisi saya sudah di Jakarta, baru dapat undangan pemberitahuan ada rapat. Jadi saya tidak bisa hadir,” ujarnya.
Nama Hijrah Mas’ud dalam daftar juga ikut menjadi perbincangan karena merupakan adik kandung gubernur. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme seleksi, indikator kinerja, maupun besaran honorarium masing-masing anggota tim.
Direktur Lembaga Swadaya Rakyat Kaltim, Muhammad Ridwan, menilai jumlah tersebut tidak lazim.
“Luar biasa jumlahnya, sampai 34 orang. Satu bus penuh,” katanya.
Ia mempertanyakan potensi beban anggaran yang harus ditanggung APBD Kaltim untuk membayar honor dan fasilitas tim tersebut setiap tahun.














