Beritanusantara.co, Samarinda – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggencarkan revitalisasi terhadap 120 bahasa daerah di Indonesia untuk memperkuat jati diri bangsa. Tiga bahasa di Kaltim yakni Kenyah, Melayu Kutai, dan Paser telah masuk program tersebut.
Kepala Balai Bahasa Kaltim, Asep Juanda, menyebut program ini menyasar generasi muda melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dengan lomba bercerita, mendongeng, menulis cerpen, hingga komedi tunggal menggunakan bahasa daerah.
“Siswa kita diajak kembali berapresiasi, mencintai, sekaligus menjadi penutur aktif bahasa daerah. Melalui lomba ini, anak-anak SD dan SMP bisa membangun kebanggaan bahwa bahasa ibu bukan sesuatu yang harus ditinggalkan, melainkan warisan yang perlu dijaga,” ujarnya.
Kepala Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menambahkan revitalisasi bahasa daerah merupakan bagian dari slogan Tri Gatra Bangun Bahasa: Lestarikan Bahasa Daerah, Utamakan Bahasa Indonesia, dan Kuasai Bahasa Asing.
“Kami sudah mendistribusikan lebih dari 21 juta buku bacaan bermutu per tahun ke sekolah-sekolah dengan tingkat literasi rendah, serta memberikan dukungan bagi ratusan komunitas literasi. Di sisi lain, bahasa Indonesia kini juga sudah diakui dunia sebagai bahasa resmi sidang umum UNESCO dan dipelajari di universitas luar negeri seperti Al-Azhar Mesir,” katanya. (h/bn)














