Beritanusantara.co, Jakarta – Suasana haru menyelimuti pemakaman Alvaro Kiano Nugroho (6) di Tanah Wakaf Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis (4/12). Keluarga, kerabat, dan warga tidak dapat menahan tangis saat jenazah Alvaro diturunkan ke liang lahat.
Seorang anggota keluarga menggambarkan duka yang mendalam.
“Kami sama sekali tidak menyangka peristiwa sekejam ini terjadi pada Alvaro. Dia anak yang ceria dan baik. Melihat jenazahnya dimakamkan seperti ini sungguh menghancurkan hati kami. Kami hanya berharap Alvaro tenang di sisi Allah dan kejadian seperti ini tidak menimpa anak-anak lain,” ungkap seorang kerabat.
Prosesi pemakaman dijaga ketat oleh personel kepolisian. Hujan yang turun menambah suasana pilu, sementara sang ibu harus dibantu anggota keluarga karena terus menangis.
Sebelumnya, RS Polri memastikan kerangka yang ditemukan di Tenjo, Bogor, adalah Alvaro setelah pemeriksaan DNA yang cocok dengan ibunya. Bocah itu hilang selama delapan bulan sebelum akhirnya ditemukan di Sungai Cerewed.
Pelaku pembunuhan yang juga ayah tirinya, Alex Iskandar, ditemukan tewas diduga bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan. Polisi menyebut tindakan itu didorong rasa cemburu.
“Motif utama pelaku adalah kecemburuan,” ujar polisi.














