Beritanusantara.co, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan memberangkatkan puluhan relawan untuk membantu penanganan bencana di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Para 37 relawan tersebut akan bertugas selama sekitar 10 hari di Kabupaten Aceh Tamiang, bergabung dengan tim pendahulu yang telah lebih dahulu berada di lokasi bencana untuk melakukan koordinasi awal.
“Hari ini saya melepas 37 relawan Kaltim Peduli. Tim aju sudah lebih dulu tiba untuk memastikan kesiapan lapangan dan menyampaikan rencana kedatangan kita,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, Kamis (18/12).
Ia menjelaskan, relawan yang diberangkatkan merupakan gabungan dari Tim Rescue, Tim Kesehatan, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang telah dibekali pemahaman teknis mengenai tugas masing-masing, termasuk mekanisme koordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan unsur penanganan bencana lainnya.
Menurut Sri Wahyuni, Tim Tagana akan difokuskan untuk mendukung operasional dapur umum dan distribusi logistik, sementara Tim Rescue dan Tim Kesehatan akan terlibat langsung dalam proses evakuasi serta pelayanan medis bagi warga terdampak.
“Semua sudah memahami perannya. Koordinasi menjadi kunci agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” katanya.
Ia menambahkan, pengiriman relawan ini dibiayai melalui alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim. Selain bantuan personel, Pemprov Kaltim juga menyalurkan bantuan dana kepada tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Sesuai arahan Gubernur, BTT tidak hanya digunakan untuk bantuan tunai, tetapi juga untuk pengiriman relawan sebagai wujud kepedulian nyata masyarakat Kalimantan Timur,” jelasnya.
Sri Wahyuni berpesan agar seluruh relawan menjaga kekompakan, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan selama menjalankan tugas di daerah bencana.
“Niatkan ini sebagai misi kemanusiaan dan ibadah. Insya Allah, semua urusan selama di Aceh akan dimudahkan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Tim Relawan Kaltim Peduli, Sugeng Riyanto, memastikan kesiapan seluruh personel yang diberangkatkan. Ia menegaskan, para relawan merupakan tenaga berpengalaman yang pernah terlibat dalam penanganan bencana berskala besar, termasuk gempa bumi di Palu.
“Kesiapan tim sudah teruji. Kami siap bekerja maksimal, memberikan pelayanan terbaik, dan menjaga nama baik Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Sugeng.
Adapun komposisi 37 relawan tersebut terdiri atas lima dokter, satu analis kesehatan, tujuh perawat, satu apoteker, 15 personel Tagana, satu staf administrasi, satu personel media, serta empat personel Tim Rescue. (h/bn)














