Beritanusantara.co, Samarinda — Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Dishub Kaltim) mendorong pembangunan fasilitas tambat kapal di Sungai Mahakam sebagai upaya penataan lalu lintas sungai dan peningkatan keselamatan pelayaran.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kaltim, Ahmad Maslihuddin, mengatakan banyaknya kapal yang berlabuh di tengah alur sungai selama ini berpotensi membahayakan pelayaran.
“Kalau kapal sandar di tengah alur sungai, itu bisa mengganggu lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Idealnya kapal sandar di pinggir sungai pada fasilitas tambat yang resmi,” ujarnya, Jumat (26/12).
Fasilitas tambat kapal direncanakan sebagai lokasi sandar yang tertib dan terkelola, sehingga alur utama sungai tetap aman untuk dilalui.
“Ini seperti kendaraan yang parkir di badan jalan. Kalau kapal sandar sembarangan, alur jadi sempit. Dengan tambat kapal, alur sungai bisa lebih terbuka dan aman,” jelas Ahmad.
Ia menegaskan bahwa rencana pembangunan tersebut tidak bertujuan membatasi ruang usaha operator kapal yang legal.
“Kami tidak ingin mematikan usaha. Operator yang legal tetap diberikan ruang, tetapi kapal yang tidak sesuai aturan tentu akan ditertibkan,” tegasnya.
Terkait dampak ekonomi dan lingkungan, Dishub Kaltim memastikan seluruh rencana akan melalui kajian teknis dan studi lingkungan sebelum direalisasikan.
“Pembangunan tidak dilakukan terburu-buru. Akan ada kajian kelayakan dan studi lingkungan yang melibatkan instansi terkait,” pungkasnya. (h/bn)














