Beritanusantara.co, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan sebanyak 6.170 dosis vaksin demam berdarah dengue (DBD) jenis Qdenga ke sejumlah kabupaten dan kota sebagai langkah strategis memperkuat pencegahan serta pengendalian penyakit dengue di wilayah Bumi Etam.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan vaksin tersebut diperoleh melalui program hibah dari PT Bio Farma dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan kesehatan yang lebih spesifik kepada masyarakat.
“Penyaluran vaksin ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat dari ancaman DBD, terutama di wilayah dengan tingkat kasus yang masih tinggi,” ujar Jaya di Samarinda, Sabtu (31/1).
Berdasarkan data distribusi, Kabupaten Kutai Timur menjadi daerah penerima alokasi terbesar dengan total 4.470 dosis yang didistribusikan ke 21 puskesmas. Selain itu, Kabupaten Paser menerima 1.200 dosis, Kabupaten Kutai Barat sebanyak 200 dosis, Kota Samarinda memperoleh 100 dosis, serta Dinkes Provinsi Kaltim menerima 200 dosis sebagai stok alokasi khusus.
Jaya menjelaskan, vaksin Qdenga produksi Takeda tersebut diperuntukkan bagi kelompok usia 5 hingga 60 tahun, sesuai dengan ketentuan izin edar dan standar medis yang berlaku. Vaksinasi ini diharapkan dapat menurunkan risiko terjadinya gejala berat akibat infeksi dengue.
Menindaklanjuti distribusi vaksin, Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur telah memulai pelaksanaan vaksinasi massal yang difokuskan pada penguatan layanan promotif dan preventif, khususnya di wilayah zona merah DBD.
Sementara itu, Kabupaten Paser juga mulai menggelar vaksinasi dengan menyasar kelompok usia sekolah. Salah satu kegiatan vaksinasi dilaksanakan di SDN 028 Penajam Paser Utara, sebagai bagian dari upaya perlindungan dini terhadap anak-anak.
Dinkes Kaltim terus mendorong sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar cakupan vaksinasi dapat diperluas. Dengan optimalisasi vaksinasi Qdenga, pemerintah berharap angka kesakitan akibat DBD di Kalimantan Timur dapat ditekan secara signifikan dan derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat. (h/bn)














